Leonardo DiCaprio: Perubahan Iklim Bukan Fiksi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktor Leonardo DiCaprio berpidato di KTT Iklim PBB, di New York, 23 September 2014. (Andrew Burton/Getty Images)

    Aktor Leonardo DiCaprio berpidato di KTT Iklim PBB, di New York, 23 September 2014. (Andrew Burton/Getty Images)

    TEMPO.CO, New York - Aktor Hollywood terkenal, Leonardo DiCaprio, menjadi salah satu pembicara dalam Konferensi Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (KTT PBB) tentang perubahan iklim di New York, Amerika Serikat, kemarin. Di hadapan lebih dari 100 kepala negara, Leo mengatakan perubahan iklim bukanlah kisah fiksi semata.

    "Kekeringan menjadi semakin sering terjadi, laut semakin asam, dan lapisan es di Antartika dan Islandia mulai mencair. Kita melihat adanya perubahan cuaca ekstrem yang belum pernah terjadi sebelumnya dan itu semua nyata. Kita bisa membuat sejarah atau terus merasa dibohongi," kata Leo, seperti dilaporkan Daily Mail, Rabu, 24 September 2014.

    Leo memang salah satu selebritas yang peduli kelestarian lingkungan, bahkan dalam kehidupan pribadinya. Aktor Wolf of Wall Street ini memiliki apartemen ramah lingkungan seharga US$ 4 juta (sekitar Rp 47 miliar) di Battery Park City, New York. (Baca: Leonardo DiCaprio Jadi Duta Peduli Lingkungan PBB)

    Ia juga memilih menggunakan mobil elektrik Toyoya Prius untuk membantu mengurangi pembuangan gas emisi. Beberapa kali pemeran Jack dalam film Titanic ini terlihat mengendarai sepeda berkeliling New York.

    Pada 1988, Leo membangun yayasan untuk melindungi satwa liar. Juni lalu, aktor yang punya hobi menyelam ini menyumbang Rp 83,7 miliar untuk membentuk kawasan konservasi laut. (Baca: Leonardo DiCaprio Ikut Kampanye Perubahan Iklim)

    "Kita hanya punya satu planet. Manusia harus bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan rumah yang semena-mena. Ini adalah masalah yang mendesak," kata Leo.

    Sebelum pertemuan itu dimulai, Leo bergabung dengan 400 ribu pendemo di Jalan Manhattan yang mengusung isu perubahan iklim. Leo menuntut agar pemimpin negara mau mengurangi emisi gas karbon demi kelestarian lingkungan.

    RINDU P. HESTYA | DAILY MAIL

    Berita Lain:
    Ini 2 Permohonan Tessa yang Ditolak Majelis Hakim 
    Konser Slank untuk Perempuan Indonesia 
    Kata Sandhy Sondoro, Penonton Indonesia Berisik  

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.