Lontaraq Diprediksi Tak Akan Dikenal 20 Tahun Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa sejumlah naskah kuno koleksi terbaru museum Sribaduga Bandung, Jawa Barat, Rabu (6/11). ANTARA/Agus Bebeng

    Petugas memeriksa sejumlah naskah kuno koleksi terbaru museum Sribaduga Bandung, Jawa Barat, Rabu (6/11). ANTARA/Agus Bebeng


    Nurhayati membandingkannya dengan huruf Korea Selatan yang terus digunakan. “Kalau kita berkunjung ke Korea Selatan, kita tidak akan menemukan tulisan Latin. Kalaupun ada, hanya sedikit. Mereka menuliskan seluruh petunjuk dan informasi menggunakan bahasa mereka, Hanguel,” kata profesor yang sempat menetap di Korea Selatan selama dua tahun itu.

    Bukannya minder, Korea malah diperhitungkan di dunia untuk segala bidang. Selain itu, Jepang dengan simbol Samurai, ujar Nurhayati, mengantarkan mereka pada puncak perkembangan kebudayaan. Samurai tidak dilambangkan sebagai alat peperangan, melainkan spirit jati diri bangsa Jepang. Seperti Siri’ dalam lingkungan Bugis-Makassar.

    “Jadi, kalau mau melanjutkan pendidikan di Korsel atau Jepang, kita dipaksa mengetahui bahasa mereka lebih dahulu. Kalau tidak mau mengenal bahasa mereka, kita akan kesusahan di sana. Sebab, mereka bangga dengan bahasa mereka. Sedangkan kita, yang juga punya bahasa dan tulisan sendiri, justru tidak mau berbahasa daerah,” ujarnya.

    SUTRISNO ZULKIFLI

    Berita lain:
    Terduga Pembunuh Tiga Remaja Israel Tewas Ditembak 

    Rachmat Yasin Resmi Lengser dari Kursi Bupati Bogor

    SPG Cantik Suzuki Sedot Rp 1 Miliar di IIMS 2014  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.