Dianggap Pintar, Deva Mahenra Dijuluki Galileo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deva Mahenra. TEMPO/Nurdiansah

    Deva Mahenra. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presenter sekaligus aktor Deva Mahenra memiliki satu julukan baru, Galileo. "Sebutan itu sejak main film Aku, Kau, dan KUA," kata Deva beberapa waktu lalu di Epicentrum. Sebutan untuk Deva saat pembuatan film terbarunya ini pun kemudian berkembang di dunia kerja.

    Teman-temannya memanggil Galileo karena Deva dianggap bisa menjawab segala pertanyaan. "Semua pertanyaan yang tidak bisa dijawab, pasti dilemparnya ke aku," katanya. Membaca adalah kunci Deva menjawab berbagai pertanyaan dari berbagai bidang. "Dasarnya, aku memang juga suka baca, sih," kata penyuka buku biografi Soekarno ini.

    Sejak kecil Deva suka membaca berbagai hal. Tidak hanya buku, tapi juga poster dan berbagai tulisan kecil lainnya. Dulu, bila sedang keramas, Deva cukup sering membaca komposisi sampo yang ia gunakan hanya untuk iseng. Ketika istirahat syuting dan tidak berolahraga, buku adalah pelarian selanjutnya.

    "Tulisan itu, kan, pasti ada makna dan manfaatnya. Lagi pula, ilmu dan informasi itu bisa kita dapat dari mana saja," kata mahasiswa fakultas hukum yang sedang cuti kuliah ini. (Baca: Deva Mahenra Olahraga di Lokasi Syuting)

    Sebagai muslim, Deva pun merasa wajib mengikuti salah satu perintah utama Rasul untuk membaca. Manfaat buku berupa wawasan yang luas sangat dirasakan Deva saat menjawab pertanyaan teman-temannya tentang berbagai tema. Hatinya akan merasa terganjal bila ada ilmu yang ia tahu tapi tidak dibagikan kepada teman-temannya.

    Dalam membaca, Deva lebih mementingkan kualitas daripada kuantitas buku. Rata-rata ia membaca satu buku saja selama sebulan. Maklum, memahami makna tulisan dalam buku itu lebih ia tekankan daripada hanya membaca buku sekilas. Untuk memahami maknanya, terkadang ia pun harus membaca satu halaman sampai tiga kali.

    Prestasi akademik Deva dinilainya biasa saja. Selama sekolah, rata-rata Deva masuk peringkat sepuluh besar. "Karena aku merasa masih belum cukup ilmu makanya aku harus terus membaca," katanya.

    Menumbuhkan kebiasaan membaca memang sulit bagi sebagian orang. Namun ia akan ingat salah satu kicauan favorit yang pernah dia posting di media sosial Twitter: "Mengawali sesuatu itu memang sulit, tapi kalau sudah memulainya dan mulai membiasakannya, pasti bisa, karena kebiasaan buruk dan baik itu semua datangnya dari kita."

    MITRA TARIGAN

    Berita Terpopuler
    Eddi Brokoli Ingin ke Aceh Setiap Pekan
    Adegan Sendok-Garpu
    Kim Kardashian Bantah Foto Telanjang Dirinya 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.