The Maze Runner: Mengejar Misteri di Balik Labirin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pelanggan menggunakan masker lumpur setelah mandi uap di Mandi uap Tradsional

    Seorang pelanggan menggunakan masker lumpur setelah mandi uap di Mandi uap Tradsional "hammam" di Kairo, Mesir Cairo, 15 September 2014. "Hammam", yang diadopsi pada masa pemerintahan Turki, mirip dengan sauna. REUTERS/Asmaa Waguih

    TEMPO.CO, Jakarta - Deru bising mesin lift membangunkan Thomas (Dylan O'Brien) dari tidurnya. Ia kaget, panik, hingga nafasnya tersengal. Namun, ia tidak ingat kenapa dirinya bisa berada di dalam lift yang entah menuju ke mana itu. Ia pun tak ingat betul siapa dirinya.

    Di tengah kepanikan, tiba-tiba lift berhenti dengan kerasnya. Thomas terhempas ke lantai, namun cahaya matahari dan sejumlah siluet manusia membuatnya segera bangkit. "Bangun pemula, hari sudah pagi,"ujar salah satunya, Gally (Will Poulter).

    Thomas tiba di sebuah tempat bernama The Glade, padang lapang seluas puluhan hektar dengan danau, hutan, dan tembok setinggi puluhan meter mengelilingnya. "Di balik tembok itu adalah labirin yang terus berubah tiap harinya,"ujar Newt (Thomas Sangster), salah satu penghuni The Glade (Glader) yang jumlahnya 36 orang.

    Newt berkata, ia dan kawan-kawannya sudah tiga tahun menghuni The Glade. Namun, dalam tiga tahun itu juga, tak pernah ada yang berhasil meninggalkan The Glade. "Kami memiliki Runner yang menyusuri labirin, tapi kami belum menemukan jalan keluar,"ujarnya. (Baca: Lorde Garap Soundtrack Hunger Games: Mockingjay)

    Thomas penasaran. Tiap malam, ia bermimpi menemukan dirinya dan Glader menjadi kelinci percobaan sekelompok orang. Hal itu menyakinkannya bahwa mereka seharusnya tak berada di The Glade. Ia kemudian nekat menyusuri labirin, mengacuhkan peringatan para Glader bahwa tak banyak yang bisa selamat dari labirin tersebut.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.