Jokowi Minta TV Tayangkan Keragaman Budaya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi menyampaikan sambutannya saat mengunjungi Museum Bung Karno di Denpasar, Bali, Sabtu 30 Agustus 2014. TEMPO/Johannes P. Christo

    Jokowi menyampaikan sambutannya saat mengunjungi Museum Bung Karno di Denpasar, Bali, Sabtu 30 Agustus 2014. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Media memiliki peran penting, kata presiden terpilih 2014-2019, Joko Widodo (Jokowi). Jokowi meminta agar media (khususnya televisi) lebih mempromosikan potensi budaya Indonesia.

    “Televisi mestinya memiliki keberpihakan terhadap produk-produk Indonesia. Agar seluruh potensi dan sumber daya Indonesia dapat lebih diketahui dunia,” sambut Jokowi, pada acara peluncuran lagu Indonesia Wow di ruang Abdurrahman Saleh, Gedung RRI, Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Senin, 8 Septemner 2014.

    Indonesia, lanjut Jokowi, sangat kaya dengan keragaman dan keunikan budaya. Wow Indonesia, menurutnya, adalah salah satu upaya membangun brand Indonesia lima tahun ke depan. “Nah kalau semua program acara di televisi dibarengi dengan memunculkan produk-produk yang kita punyai. Saya enggak bisa membayangkan negara ini akan dikunjungi oleh berapa puluh juta orang (turis),” ungkapnya.

    Pemerintahan lima tahun ke depan, kata dia, perlu dikelola oleh orang-orang yang punya ability, kapasitas, kapabilitas, dan keterampilan di bidang penjualan. Jokowi memang pemasar ulung. Sebelum terjun ke politik dan menjadi presiden, dia adalah penjual mebel yang sukses. (Baca: Murah, Mercy Jadi Mobil Dinas di Kabinet Jokowi)


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.