Fahira Idris Nonton Film Hijabers In Love  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fahira Fahmi Idris. twitter.com

    Fahira Fahmi Idris. twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Fahira Idris, anggota DPD periode 2014-2019 nonton bareng film Hijabers in Love bersama sekitar 130 follower twitternya yang sebagian aktivis Gerakan Anti Miras (Genam), gerakan sosial yang juga di gagas oleh Fahira.

    “Ini film baik dan banyak mengandung nilai moral, segala sesuatu yang baik kan memang harus ditularkan,” ujar aktivis perempuan yang dikenal berani dan lantang ini menjelaskan alasannya membuat acara tersebut.

    Menurut peraih The Most Inspiring Twitter tahun 2010 ini, film ini cukup inspiratif karena berhasil menggambarkan bagaimana sebuah ajaran untuk menggunakan hijab bisa ditularkan secara halus dan baik sekali.

    “Banyak sekali perempuan yang ingin menggunakan hijab namun masih galau, nah film ini bisa menginspirasi perempuan untuk belajar istiqomah menggunakan hijabnya,” katanya.

    Bagi Fahira yang saat itu di dampingi dua pemain utama Hijabers in Love, Shawn Adrian Khulafa (putra aktris Andi Soraya)d an Andania Suri, film ini sangat Islami, “Film yang bagus sekali, walaupun banyak orang yang bilang kalau ini bukan film Islami namun menurut saya film ini sangat Islami sekali,” jelasnya.

    Menyambut inisiasi Fahira Idris, Produser Eksekutif Firman Baso pada kesempatan yang sama menyatakan apresiasinya, “Ada yang jauh lebih penting dari sekedar target penonton, bagi kami ini adalah media menyampaikan pesan baik kepada masyarakat," katanya.

    Karenanya, inisiatif yang dilakukan oleh sahabat Fahira patut mendapat apresiasi, "Mudah-mudahan ini menjadi inspirasi bagi tokoh-tokoh lain yang memiliki kepedulian terhadap generasi muda Islam Indonesia,” katanya.   

    Film Hijabers in Love produksi Andalan Sinema saat ini tengah menjadi fenomena tersendiri di kalangan hijabers dan kaum muslim Indonesia. (Baca : Payung Teduh Dukung Film Hijabers in Love)

    Film ini awalnya banyak di kecam akibat judulnya yang provokatif karena terkesan memperbolehkan remaja muslim berhijab untuk berpacaran.

    Namun pasca rilis di bioskop pada 4 September lalu, opini tersebut berbalik. Banyak kalangan yang menilai film ini berisi pesan baik tentang hijab dan dikemas dengan pendekatan gaya remaja saat ini.

    Film ini adalah film Indonesia pertama yang mengangkat hijab sebagai tema utama. Diperankan oleh bintang muda Shawn Adrian Khulafa, Andania Suri dan Vebby Palwinta dan didukung penampilan Miing Bagito, Rizky Hanggono, Keke Harun, Linda Nirmala, dan praktisi Hijabers Indonesia, Jenahara.

    Selain itu tampil musisi Piyu (ex Padi) dalam penampilan khususnya, serta Walikota Bandung, Ridwan Kamil sebagai cameo.

    EVIETA FADJAR

    Berita Terpopuler
    Film Senyap Borong Penghargaan di Italia
    Film Forward Hadir di Lima Kota Indonesia 
    Festival Korea, K-pop Dance Cover Competition 2014
    Tike Priyatna Borong Sapu di Tasikmalaya  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.