Konser Lengang, Ahmad Albar: Kok Sepi?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personil Godbless (ki-ka) Donny Fatah, Ahmad Albar, Abadi Soesman, dan Ian Antono dalam acara ulang tahun Godbless yang ke-40 di Jakarta, (7/5). ANTARA/Teresia May

    Personil Godbless (ki-ka) Donny Fatah, Ahmad Albar, Abadi Soesman, dan Ian Antono dalam acara ulang tahun Godbless yang ke-40 di Jakarta, (7/5). ANTARA/Teresia May

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Musikus gaek yang juga vokalis grup God Bless, Ahmad Albar, tampil menghibur penggemarnya di Stadion Kridosono, Kota Yogyakarta, Ahad petang, 7 September 2014.

    Namun, Iyek--panggilan Ahmad Albar--kaget ketika jumlah penonton yang datang dalam konser itu terbilang sangat sedikit. Mungkin tak sampai seratus orang dengan pengamanan Kepolisian yang lebih tampak menonjol.

    "Kok, sepi ya? Apa promosinya kurang atau tiketnya kemahalan?" ujar musikus berambut kribo itu kepada penonton.

    Malam itu Iyek menggelar konser diiringi sebuah kelompok bernama Laskar, asal Jakarta. Personel God Bless yang ikut mengiringi hanya Yaya Moektio, sang drumer.

    "(Konser) ini hanya untuk isi waktu senggang saja, di luar kesibukan God Bless," ujar Iyek ditemui di belakang panggung.

    Meskipun penonton terbilang sepi, tak seheboh konser-konser yang digelar Iyek atau God Bless sebelumnya, itu tidak membuat performa penyanyi 68 tahun itu ngelokro. "Tak masalah sedikit. Ayo semangat, kita buat tetap meriah!" ujar Iyek.

    Sedikitnya dari sepuluh lagu dari album God Bless juga Gong 2000 yang digeber demi membakar emosi penonton, Iyek terus berjingkrak, berteriak.

    Mulai dari lagu Bara Timur, Menjilat Matahari, juga Bla-Bla-Bla. Bahkan, di pengujung lagu Kehidupan yang bernada panjang dan tinggi, ayah tiga anak itu stabil menjaga performanya dan membuat penonton bersorak riuh.

    Tak ketinggalan, lagu legendaris God Bless seperti Rumah Kita dan Syair Kehidupan ikut mengaduk emosi penonton ketika ditampilkan secara akustik.

    "Lagu ini kalau kalian tak kenal, maka bapak, ibu, kakek, nenek kalian harusnya kenal," kata Iyek sebelum menyanyikan Panggung Sandiwara yang diciptakan gitaris God Bless Ian Antono pada 1977.

    Musikus asal Solo, Tri Purwanto, dari kelompok Buroxx yang menjadi pembuka konser itu mengaku salut dengan aura panggung Iyek yang tak memudar seiring usianya.

    "Meskipun suara mungkin tak prima untuk nada-nada tinggi, tapi semangat dan performanya luar biasa," kata Ipung, panggilan Tri.

    Sepinya konser itu pun diakui pihak panitia. "Mungkin karena beda pasar. Sebenarnya promonya juga sudah maksimal," kata dia.

    Dalam konser itu, setidaknya panitia menyuguhkan tiga nama guna membuka konser Iyek yang dimulai pukul 21.30-23.00 WIB, yakni Buroxx, Leo Rock, dan Endank Soekamti.

    PRIBADI WICAKSONO


    Baca juga:


    Polisi Syariat' Berpatroli di Jerman
    Megawati: Saya Bisa Ngamuk Lho!
    Tersangka Kelima Rekening Gendut PNS Ditangkap
    Jokowi Diminta Bernyali Ungkap Dalang Kasus Munir
    Tim Transisi Akui Ada Anggota Gadungan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.