Paragita UI Rebut Gelar Juara di Italia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paragita UI usai berlaga di Basilico di San Domenico, Arezzo, Italia. (istimewa)

    Paragita UI usai berlaga di Basilico di San Domenico, Arezzo, Italia. (istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Paduan Suara Mahasiswa Paragita Universitas Indonesia berhasil mengukir prestasi dalam ajang 62nd Guido d'Arezzo International Poliphonic Choral Competition di Arezzo, Provinsi Toscana, Italia. Dalam ajang prestisius itu, Paragita meraih gelar juara kedua pada kategori paduan suara campur (mixed choir) dan juara ketiga untuk kategori paduan suara kecil (vocal ensemble).

    "Pencapaian ini merupakan peningkatan prestasi dari ajang kompetisi selevel sebelumnya, serta hasil dari penampilan terbaik yang telah ditampilkan oleh tim PSM UI Paragita," ujar Konduktor sekaligus Direktur Musik Paragita UI Aning Katamsi melalui siaran pers yang diterima Tempo, 5 September 2014.

    Beranggotakan 35 orang penyanyi dan dua konduktor, Paragita harus mengakui keunggulan paduan suara profesional Oreya asal Zhytomyr, Ukraina, pada kategori paduan suara campur, serta Ingenium Ensemble dan Gallina Vocal Ensemble asal Slovenia pada kategori kor kecil. "Kompetisi ini cukup berat, karena kami bersaing dengan tim paduan suara yang memiliki kemampuan musikalitas yang sangat mumpuni," ujar Barkah Adji Kasyono, yang memimpin Paragita dalam kategori kor campur.

    Pada kategori paduan suara campur, lagu Sagittae Potentis Acutae karya Giovanni Luigi da Palestrina dari zaman Reinassance menjadi nomor wajib. Untuk kategori vocal ensemble, Lieti Fior dari Constanzo Festa menjadi lagu wajib kompetisi. Selain nomor wajib tadi, Paragita UI tampil membawakan lagu Die Mit Tranen Seen karya Henrich Schutz (Jerman), dan Kyrie from Mass in Es karya Joseph Gabriel Rheinberger (Jerman). Dalam kategori vocal ensemble Paragita menyanyikan Letztes Gluck karya Johannes Brahms (Jerman) dan Ave Verum Corpus karya Imant Raminsh (Latvia).

    Kompetisi Guido d'Arezzo digelar pada 28-31 Agustus 2014. Ajang ini melibatkan 16 paduan suara dari berbagai negara. Paragita UI menjadi satu-satunya wakil dari Asia yang bersaing dengan kor asal Slovenia, Ukraina, Prancis, Spanyol, Italia, Hungaria, Estonia dan Polandia.

    Pada babak Grand Prize Citta Guido d'Arezzo, Oreya asal Ukraina berhasil mengalahkan kor wanita Metaphores (Prancis) dan Youth Choir of Talinn (Estonia) untuk mewakili Arezzo pada ajang European Grand Prize for Choral Singing tahun depan. Oreya sebelumnya tercatat sebagai finalis European Grand Prize (EGP) for Choral Singing pada 2012. Rencananya, EGP 2015--ajang tanding jawara kompetisi kor paling bergengsi di Eropa akan digelar di Tours, Prancis pada bulan Mei.

    SUBKHAN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.