Apresiasi Seni Pertunjukan bagi Pelajar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pementasan gladi bersih yang berjudul

    Pementasan gladi bersih yang berjudul "Nabi Kembar" di Teater Salihara, di Pasar Minggu, Jakarta, (07/06) "Nabi Kembar" ditulis oleh dramawan Polandia, Slawomir Mrozek, bercerita tentang sebuah masyarakat yang merindukan juru selamat, akhirnya juru selamat itu dibunuh oleh penguasa. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Untuk meningkatkan apresiasi seni, khususnya seni pertunjukan sejak usia dini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta mengadakan program Peningkatan Apresiasi Seni Pertunjukan bagi Pelajar, terutama seni pertunjukan.

    Adapun susunan materi acara, meliputi workshop karya pertunjukan, seleksi naskah karya pertunjukan dari sekolah workshop, dan pementasan karya pertunjukan yang lolos seleksi.

    Workshop karya pertunjukan sudah dilaksanakan pada 16 Juni 2014 di gedung Miss Tjitjih, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Yang dihadiri 121 utusan dari berbagai sekolah di DKI Jakarta.

    Empat praktisi seni hadir, bertindak sebagai narasumber pada whorkshop itu, yakni Oleg Sanchabakhtiar yang merupakan praktisi di bidang seni visual dan juga konseptor kreatif, Madin Tyasawan yang dikenal sebagai aktor sekaligus akademikus seni teater, Yahya Andi Syahputra yang juga akademikus kebudayaan Betawi, dan Ane Matahari.

    Dan terpilih 15 sekolah dari SD, SMP, dan SMA dari lima wilayah Jakarta yang dinilai mampu mementaskan naskah dan usulan karya pertunjukan di gelanggang remaja di lima wilayah kota. (Baca: Landung Bacakan Drama Pangeran Diponegoro)

    Pementasan terakhir pada 20 Agustus di Gelanggang Remaja Malaka II di Jakarta Barat dan pada 25 Agustus di Gelanggang Remaja Bulungan, Jakarta Selatan.

    Rus Suharto, Kepala Seksi Komunitas Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, mengatakan pergelaran drama musikal ini untuk memberi kesempatan pelajar untuk maju pentas. Menurut Rus, selama ini para siswa hanya belajar kesenian ataupun teater di sekolah saja.

    "Tujuan pergelaran drama musikal ini, agar mereka memperoleh gambaran tentang seni pertunjukan, sekaligus bisa mengaplikasikan teori ekstrakurikuler drama dan musik yang mereka dapatkan dari sekolah," jelas Rus.

    Rus mengatakan yang menarik dari drama musikal ini adalah dilakukan dengan cara kolaborasi, yakni drama, musik, olah vokal, dan tari. Menurut dia, selama ini teater, seni musik, olah vokal, dan tari biasanya dipentaskan sendiri-sendiri.

    "Sekarang kami jadikan satu dalam pagelaran drama musikal. Dan untuk mengemas pertunjukan tersebut, para guru sudah diberi pembekalan atau workshop Juli lalu tentang bagaimana membuat suatu tema jalan cerita," kata Rus.

    EVIETA FADJAR

    Berita Terpopuler
    Yoshi Sudarso, Power Ranger Pertama Indonesia
    Kunci Kesuksesan Yoshi Sudarso Si Ranger Biru
    Gugat Cerai Rifky, Risty Tagor Masih Serumah
    Miley Cyrus Kapok Bawa Goyang Twerking Lagi


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?