Rizal Armada: Penghargaan Musik Tidak Penting

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rizal Armada. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Rizal Armada. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Bila banyak band menganggap ajang penghargaan musik itu bagian dari eksistensi band atau grup, berbeda dengan Rizal Disandi, 28 tahun, vokalis band Armada.

    "Penghargaan itu tidak penting, apa pun penghargaan-penghargaan yang ada. Yang penting, RBT oke dan manggung tetap jalan," kata Rizal saat ditemui di konser Gebyar Asyiiik di Lapangan Surodinawan, Mojokerto, Jawa Timur, pada 23 Agustus 2014.

    Pria kelahiran Palembang, 4 Januari, itu menilai yang penting adalah kuantitas sebuah grup atau band. "Kalau kuantitas sudah terpenuhi, otomatis kualitasnya jalan," kata alumni Politeknik Negeri Sriwijaya ini.

    Ia mengenang pendirian band Armada pada 2008 yang penuh liku dan perjuangan. "Ini titik terendah kami. Saat sulit, bagaimana menentukan titik terendah. Dan kini, saat berhasil, bagaimana menentukan titik keberhasilan kami," katanya. (Baca: Rizal Armada Samakan Politik dengan Infotainment)

    Pernah, saat konser pada awal pendiriannya, band ini hanya ditonton segelintir orang. "Itu penontonnya sudah termasuk panitia," kenang pelantun Mau Dibawa ke Mana ini. Sampai ia mengatakan lebih baik tidak naik panggung dan menyanyi di bawah saja bersama para penonton.

    Dulu, kalau sakit tidak pernah berobat karena tidak punya uang. "Kalau makan mi instan itu mi jenis goreng lalu dibuat mi rebus yang direbus sampai mengembang sekali. Sampai bisa dimakan berlima," katanya mengenang. (Baca: Dituding Jiplak Lagu, Armada Bersyukur)

    Armada juga pernah ke mana-mana menawarkan master rekaman dan mengalami penolakan, mulai cara halus sampai kasar. "Kalau cara halus dibilang, 'sudah didengar lagunya, masih tunggu jawaban'. Tapi, kalau sudah kasar, ya, masternya cukup sampai pos satpam," kata Rizal sambil tertawa.

    Kini Armada menjalani masa menjadi band yang sering tampil di berbagai daerah. Untuk acara Gebyar Asyiik saja, Armada dapat kepercayaan tampil di sepuluh kota, seperti Lampung, Karawang, Subang, Jakarta, Malang, Mojokerto, Kediri, Tasikmalaya, Purwokerto, dan Serang pada penutupan tanggal 20 September 2014.

    EVIETA FADJAR

    Berita Terpopuler
    Syahnaz: Gigi Pasangan Tepat Buat Raffi Ahmad 
    Yoshi Sudarso, Power Ranger Pertama Indonesia 
    Kunci Kesuksesan Yoshi Sudarso Si Ranger Biru 
    Koleksi Baju Anak Kim Kardashian Senilai 11 Miliar


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.