Java Production Targetkan 4 Festival Musik Tahunan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angga dan Indah Vokalis Maliq & D'essentials tampil dalam konser Britama Creativepreneur Berjuang di Senayan, Jakarta, 9 Agustus 2014. Konser yang dimeriahkan sejumlah musikus bersama kumpulan anak muda di industri kreatif ini digelar menyambut hari kemerdekaan Indonesia  ke-69. TEMPO/Nurdiansah/

    Angga dan Indah Vokalis Maliq & D'essentials tampil dalam konser Britama Creativepreneur Berjuang di Senayan, Jakarta, 9 Agustus 2014. Konser yang dimeriahkan sejumlah musikus bersama kumpulan anak muda di industri kreatif ini digelar menyambut hari kemerdekaan Indonesia ke-69. TEMPO/Nurdiansah/

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua festival tahunan besutan Java Festival Production, Java Rockinland dan Java Soulnation, pada tahun ini ditiadakan. Keduanya diganti dengan festival terbaru, yaitu Java Soundsfair, yang akan digelar 24-26 Oktober mendatang di Jakarta Convention Center. (Baca: The Jacksons Akan Ramaikan Soundsfair 2014)

    Meski begitu, Direktur Utama Java Festival Production Dewi Gontha menyatakan tetap berniat menghidupkan kembali Java Rockinland dan Soulnation, dan tetap menyelenggarakan Soundsfair. "Idealnya perusahaan menyelenggarakan empat festival musik per tahun. Itu cita-cita kami," ujar dia ketika ditemui seusai konferensi pers Java Soundsfair, Kamis, 21 Agustus 2014, di Hotel Sultan, Jakarta.

    Berbeda dengan tiga festival lain dari Java yang lebih spesifik dalam batasan genre musik yang ditampilkan, Soundsfair memiliki bentang genre yang lebih luas. Tahun ini, misalnya, tampil pemusik dari pop, dance, rock, RnB, juga electro. "Pada tahun ini, karena kami ingin mengakomodasi masyarakat yang menunggu Rockinland dan Soulnation," ujar Angga Wardhana, Program Director Java Production. Tapi kelak, kata dia, konsep festival ini akan tetap mengusung banyak genre, termasuk musik eksperimental. (Baca: Curhat Dewi Gontha Kolaborasi dengan Ayahnya)

    Sementara dari segi umur, target pengunjung Java Soundsfair ini adalah golongan muda. "Target utama pengunjung kita berumur 20-35 tahun," ujar Dewi.

    Pada penyelenggaraan Java Jazz Festival, festival musik terbesar yang digelar Java Production, tahun ini meraih 130 ribu penonton selama tiga hari. Jumlah ini naik dari tahun sebelumnya. "Angka pastinya saya lupa, tapi tahun sebelumnya itu seratus sekian belas ribu penonton," ujarnya.

    Peningkatan jumlah penonton ini berhasil tercapai, meski peraturan pemerintah yang melarang industri rokok menjadi sponsor utama acara mulai diberlakukan tahun ini. Dewi mengatakan kebijakan larangan tersebut berimbas pada terpangkasnya promosi acara, yang biasa dilakukan sponsor rokok secara jorjoran. "Kalaupun tahun ini ada peningkatan jumlah penonton, itu juga efek dari pelaksanaan Java Jazz tahun ini yang tepat ke-10 tahun, sehingga orang tergerak untuk datang," ujar dia.

    RATNANING ASIH

    Topik terhangat:
    ISIS | Pemerasan TKI | Sengketa Pilpres | Pembatasan BBM Subsidi

    Berita terpopuler lainnya:
    Kiai Pro-Prabowo: Jika Tidak PSU, MK Cacat
    Putusan MK, 100 Ribu Pendukung Prabowo Geruduk MK
    Pencoblosan Ulang Tak Ubah Kemenangan Jokowi-JK
    Perlakuan ISIS ke Perempuan dan Anak-anak Yazidi
    Kronologi Kerusuhan Massa Pro-Prabowo di MK


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?