Heny Janawati dan Panggung Opera Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Heny Janawati. Facebook.com

    Heny Janawati. Facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Heny Janawati pernah menangis gara-gara Carmen. Pemilik suara mezosopran—jenis suara tengah bagi wanita dalam musik—ini meneteskan air mata karena menghayati peran Carmen. Dia adalah gadis gipsi dalam opera Carmen karya musikus Prancis, Georges Bizet, yang pertama dipentaskan pada 1875 di Paris.

    “Pertama kali saya menyanyi Carmen di Ceko pada 2010. Saya sering emosional bahkan menangis saat latihan karena begitu kompleksnya karakter Carmen,” kata Heny seperti ditulis Koran Tempo, Kamis, 21 Agustus 2014. Dalam opera Bizet, Carmen merupakan gadis gipsi yang mempesona banyak pria karena kecantikannya. Namun kisah Carmen berakhir tragis saat mantan kekasihnya, Don Jose, menikamnya dengan pisau. “Demi sebuah kebebasan dan cinta, dia menghadapi ajalnya dengan sangat berani.”

    Perkenalan Heny, 36 tahun, dengan opera dimulai dari keluarga. Ayahnya, almarhum I.G.B. Ngurah Ardjana, adalah musikus dan seniman Bali pencipta lagu Bali Pulina dan Sekar Sandat. “Beliaulah yang memperkenalkan saya dengan berbagai jenis musik, termasuk musik klasik,” kata Heny.

    Kecintaannya pada opera muncul setelah mendengar rekaman Maria Callas, penyanyi Yunani yang dianggap simbol opera abad XX. Heny pun memutuskan ke luar negeri untuk mendalami bidang tersebut. Dia mengambil diploma bidang musik klasik di Vancouver Community College pada 2005, lalu dilanjutkan sarjana dan master bidang opera di University of British Columbia dan lulus pada 2013.

    Selama studi, dia tampil dari panggung ke panggung di Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa. Selain Carmen, dia juga pernah menjadi penyihir Jezibaba dalam lakon Rusalka yang bercerita soal putri duyung dalam mitologi bangsa Slavia karya musikus Republik Cek, Antonin Dvorak.

    Tahun lalu, Heny pulang kampung. Dia mendirikan sekolah vokal Staccato di Denpasar. Dia juga terlibat dalam berbagai penampilan kolaborasi dengan Jakarta Chamber Orchestra dan paduan suara Batavia Madrigal Singers asuhan Avip Priatna. Lewat beberapa penampilannya, dia memberikan sentuhan operatik pada lagu-lagu tradisional Indonesia, seperti dalam program Senandung Opera Sumatra dan Ngiring Matembang Bali di Grand Indonesia, Jakarta, Juni lalu.

    SUBKHAN

    Terpopuler:
    Prediksi Mantan Hakim MK Soal Gugatan Prabowo
    Bisakah PTUN Menangkan Prabowo-Hatta?

    Jokowi Ingin Makan Kerupuk, Pengawal Melarang

    ISIS Rilis Video Pemenggalan Wartawan AS

    Begini Perayaan ala Tim Prabowo jika Menang di MK


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.