Delapan Seniman Muda Pameran di Plaza Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komunitas Street Art membuat grafiti di tembok sepanjang Jalan Taman Sari, Bandung, Jawa Barat, Sabtu 9 Agustus 2014. Kegiatan ini merupakan ajang silahturahmi antar seniman street art. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Komunitas Street Art membuat grafiti di tembok sepanjang Jalan Taman Sari, Bandung, Jawa Barat, Sabtu 9 Agustus 2014. Kegiatan ini merupakan ajang silahturahmi antar seniman street art. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 karya seni dari delapan seniman muda berbakat Indonesia hadir dalam Indonesia Now Art eXpression di Plaza Indonesia. Mereka hadir mulai 7 Agustus hingga 31 Agustus 2014.

    Menurut Zamri Mamat, General Manager Marketing Department PT Plaza Indonesia Realty Tbk, eksibisi ini ada di level empat sepanjang Agustus. "Sekaligus kami ingin memperkenalkan area eX Entertainment X'nter baru yang merupakan lokasi khusus kaum muda," kata Zamri.

    Delapan seniman beragam jenis profesi ini yakni Ari Bayuaji (seniman), Hauritsa (perupa), Koma (seniman grafiti), Krishna Kastubi (perancang aksara), Maharani Mancanagara (perupa), Rebellionik (ultraviola), Rega Ayundya Putri (pekerja seni), dan Varsam Kurnia Suwandi (ilustrator). (Baca: Seniman Street Art Sebar Poster Jurnalis Udin)

    Menurut Aisha Habir, Managing Director Mitragrafia, di pameran ini tidak diterapkan kuratorial. "Tidak ada kurator karena butuh proses. Kami pilih saja sesama teman yang memiliki keragaman profesi dari karya mereka yang berdimensi Bhinneka Tunggal Ika," tuturnya.

    Krishna Kastubi, salah satu seniman yang menampilkan karyanya, mengaku membawa karyanya ke hadapan massa yang bukan massa museum atau galeri seni. "Kami lebih santai karena pengunjungnya bukan dari keduanya, museum atau galeri," kata Krishna.

    Sedangkan Varsam yang menampilkan lukisan akrilik di atas kanvas Habis Gelap Terbitlah Terang menuturkan pameran ini akan mempertemukan dengan orang baru, teman baru. (Baca: Kecam Wali Kota Yogya, Seniman Gelar Festival)

    Rebellionik atau ikon dari Rony Rahardian ini menampilkan proyek solo dari nama Rahayu, Larasati, dan Sumina. Berupa proyek digital print di atas kanvas.

    Sedangkan Koma sudah menggambar di jalan sejak 2003 dengan ciri khas gambar dari inspirasi karakter pewayangan, mulai komplotan Kurawa hingga Punakawan. Ia dikenal setiap hari Sabtu "ngebom" Jakarta dengan gambar-gambarnya.

    EVIETA FADJAR

    Berita Terpopuler
    Indro Warkop Kecewa Pramuka Masuk Kurikulum 
    Chris Martin Kencani Jennifer Lawrence
    Gaya 'Princess' Syahrini di Perjalanan Cinta 
    Fan Akan Membuat Game untuk Robin Williams  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.