Masterpiece Raden Saleh Dipajang di Yogyakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pameran lukisan Raden Saleh dan awal seni lukis Indonesia di Galeri Nasional, Jakarta, Senin(4/6). TEMPO/Dwianto Wibowo

    Pameran lukisan Raden Saleh dan awal seni lukis Indonesia di Galeri Nasional, Jakarta, Senin(4/6). TEMPO/Dwianto Wibowo

    Tinggal bertahun-tahun di Eropa (Prancis, Jerman, dan Belanda), yaitu antara 1829 hingga 1851 dan 1875 hingga 1879, tahun kelahiran Raden Saleh menjadi perdebatan (1807/1811/1814). Raden Saleh meninggal dan dimakamkan di Bogor pada 1880.

    Setelah dikembalikan kepada pemerintah Indonesia, Mikke melanjutkan, lukisan "Penangkapan Diponegoro" disimpan di Istana Negara. Dua tahun lalu, pada Juni 2012, lukisan ini dipinjam untuk dipamerkan bersama karya lain Raden Saleh di Galeri Nasional Jakarta.

    Ia berharap proses pemindahan lukisan dari Jakarta ke Yogyakarta bisa segera beres. Dengan demikian, masyarakat bisa menikmati warisan lukisan karya seniman terbesar Indonesia tersebut. Pada tahun 2011, harga lukisan "Penangkapan Diponegoro" ditaksir mencapai Rp 50 miliar. "Kalau sekarang kira-kira pasti melampaui harga Rp 100 miliar," katanya.

    Sukarno, kata dia, merupakan seorang pencinta dan kolektor seni rupa. Presiden RI pertama ini meninggalkan sekitar 16 ribu benda seni, 3.000 di antaranya merupakan lukisan, di Istana Kepresidenan di seluruh Indonesia.

    Ia sendiri tak dapat memastikan berapa banyak jumlah lukisan koleksi Sukarno yang tersimpan di Gedung Agung Yogyakarta. Alasannya, hingga kini jumlah serah-terima koleksi seni di antara Istana Kepresidenan belum final. "Masih ada angka yang belum fix," tuturnya.

    Yang jelas, istana di Jalan Malioboro itu menyimpan banyak koleksi Sukarno. Beberapa di antaranya sebelas lukisan pahlawan yang secara khusus dipesan Sukarno pada beberapa seniman di Yogyakarta. "Semua lukisan potret itu masih di tempatnya (Gedung Agung)," katanya. (Baca: Dipo: Anggaran Perawatan Benda Seni Minim)

    Tempo melihat tiga di antaranya terpajang di ruang Garuda Gedung Agung. Dua lukisan, bergambar H.O.S. Cokroaminoto karya Affandi dan dr Wahidin Sudiro Husodo karya S. Abdullah, tergantung di dinding utara. Di seberangnya tergantung lukisan bergambar R.A. Kartini karya Trubus Soedarsono.

    Trubus adalah seorang seniman anggota Lembaga Kebudayaan Rakyat yang turut hilang dalam prahara politik tahun 1965. "Tentara yang menangkap tak tahu jasa Trubus, Sukarno terlambat menyelamatkannya," kata Mikke tentang Trubus. 

    ANANG ZAKARIA

    Berita Terpopuler
    Michael Jackson Manusia Paling Jorok di Hollywood 
    Robin Williams Alami Depresi, Diduga Bunuh Diri
    Adik Kim Kardashian Lempar Uang ke Muka Pelayan
    Aktor Robin Williams Ditemukan Tewas  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.