Ibunda Marshanda: Chacha Gampang Dipengaruhi Orang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marshanda. Istimewa

    Marshanda. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Ibu Marshanda, Riyanti Sofyan, mengatakan, selama 25 tahun mengenal putrinya, Chacha, panggilan kesayangan pemeran Lala di sinetron Bidadari ini, gampang terpengaruh. "Chacha itu memang gampang dipengaruhi orang lain," kata ibunya saat menggelar konferensi pers di kediamannya di Jalan Lembang No 62, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 8 Agustus 2014. (Baca: Bantahan Ibu Marshanda Soal Tudingan Penyekapan)

    Dia menjelaskan, salah satu tingkah laku perubahan itu adalah ketika Marshanda berani menanggalkan jilbabnya di hadapan publik. "Kok putri saya jadi buka jilbab?" kata dia. (Baca: Marshanda Siap Terima Risiko Lepas Jilbab )

    Tidak hanya itu, menurut Riyanti, saat ini Chacha mulai berani bertindak tidak sopan terhadap orang tuanya. Bahkan, ia memutuskan pindah dari rumahnya ke apartemen pribadinya di bilangan Kuningan tanpa sepengetahuan keluarga. (Baca: Marshanda Dikawal Polisi ke Kantor O.C. Kaligis )

    Riyanti menuturkan perilaku Marshanda kian tidak terkontrol. Tindakan Chacha semakin impulsif, seperti mengugat cerai suaminya, Ben Kasyafani. Riyanti mengaku tidak tahu kabar perceraian mereka. "Saya tahunya lewat media," kata dia. (baca: Marshanda Boleh Gugat Cerai Asal Serahkan Hak Asuh )

    Sebelumnya, pengacara Marshanda, O.C. Kaligis, menuturkan kliennya dikurung oleh ibunya sendiri, Riyanti Sofyan. Chacha dikatakan dipasung dan disuntik hingga tidak sadarkan diri agar  dirawat di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta, sejak 26 Juli 2014 selama delapan hari.

    Tindakan pemasungan itu, kata Kaligis, bertujuan untuk menimbulkan kesan publik bahwa Marshanda mengalami gangguan jiwa, sehingga mempersulit dia mendapatkan hak asuh anak dalam kasus perceraian dengan suaminya. (Baca: Motif Penyekapan Versi Pengacara Marshanda)

    TRI SUSANTO SETIAWAN

    Baca juga:
    Bursa Ketua Umum Golkar, Ini Petanya
    Pilpres Diulang, Jokowi-JK Bakal Unggul Jauh
    ISIS Kuasai Kota Kristen Terbesar di Irak 
    Abu Bakar Ba'asyir Serahkan Bendera ISIS 
    Kenapa Solo Disebut Basis Gerakan ISIS?



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.