Bernadeta Astari, Soprano Indonesia di Eropa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi soprano Indonesia yang berdomisili di Belanda, Bernadeta Astari tampil memukau di penghujung konser di hari ketujuh panggung Tujuh Hari Untuk Kemenangan Rakyat di Teater Salihara,  Jakarta, Selasa 22 Juli 2014. Bernadeta Astari membawakan lagu milik Ismail Marzuki yang berjudul Wanita. TEMPO/Nurdiansah

    Penyanyi soprano Indonesia yang berdomisili di Belanda, Bernadeta Astari tampil memukau di penghujung konser di hari ketujuh panggung Tujuh Hari Untuk Kemenangan Rakyat di Teater Salihara, Jakarta, Selasa 22 Juli 2014. Bernadeta Astari membawakan lagu milik Ismail Marzuki yang berjudul Wanita. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Musik klasik sepertinya telah menjadi bagian dari napas Bernadeta Astari. Apalagi sejak tinggal di Belanda untuk kuliah di Universitas Utrecht jurusan vokal klasik delapan tahun lalu. Sembari kuliah, dia wara-wiri di berbagai kejuaraan tarik suara. Setahun di Belanda, Deta menyabet piala dalam konser Prinses Christina Concours di Den Haag.

    Momen yang paling dia kenang adalah kemenangan dalam kompetisi Dutch Classical Talent 2012 yang membawanya ke panggung di Royal Concertgebouw. Gedung konser yang berdiri di Amsterdam sejak 1888 itu dijuluki "Kuil Musik Klasik" oleh warga Belanda. "Aku adalah orang Indonesia pertama yang bernyanyi di sana," kata Bernadeta, seperti dimuat Koran Tempo, Kamis, 7 Agustus 2014.

    Lulus dengan gelar S1 pada 2010, dia lalu mengambil program master dalam bidang musik pada kampus yang sama dan lulus dua tahun kemudian. Deta, panggilannya, memutuskan tetap di Belanda untuk mengejar karier di bidang tarik suara. "Pusatnya musik klasik, kan, di Eropa," ujarnya.

    Keputusan tersebut tepat karena suaranya berulang kali bergema di berbagai gedung opera di Benua Biru, baik dalam bahasa Inggris, Jerman, maupun Italia. Terakhir, dara bertubuh mungil ini tampil di depan 53 pemimpin dunia dalam pertemuan puncak Konferensi Keamanan Nuklir di Den Haag, akhir Maret lalu.

    Musik merupakan bagian dari hidup Deta, 26 tahun. Dia mengenal musik pada usia 4 tahun saat mendengarkan paduan suara di gereja. Di rumah, alunan musik klasik--yang secara ilmiah terbukti menenangkan--dari Wolfgang Amadeus Mozart atau Johann Sebastian Bach menjadi pengantar tidurnya.

    Pada usia yang sama, orang tuanya, Martinus Mamak Sutamat dan Caecilia Aryani, memasukkannya ke sanggar musik dan les piano. Dari sanggar itu, Martinus dan Caecilia melihat bakat anaknya: bernyanyi dalam alunan musik klasik. Deta akhirnya menjalani latihan vokal di Yayasan Musik Jakarta pada usia 8 tahun.

    "Saat berusia 11 tahun, aku sudah tahu bahwa musik klasik itu jalan hidup aku," kata Deta. Saat guru sekolah dasarnya meminta para murid mengilustrasikan cita-cita mereka pada selembar kertas, Deta membuat poster konser musik di gedung opera Royal Albert Hall, London. Tulisannya: "Featuring: Bernadeta Astari".  "Aku percaya kepada hukum tarik-menarik."

    DIANING SARI

    Berita Terpopuler

    Kisah Pocong di Foto Syahrini Saat Umrah
    Banyak Mencuit Jokowi, Akun Arkarna Dikira Di-Hack
    Abdee Slank Tanyakan Sponsor Matt Hart ke Jakarta
    Pemain Film My Idiot Brother Diajak ke Sekolah LB



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.