Habis Lebaran, Mestinya Mamiek Tampil di Surabaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelawak Marwoto (kiri) dan Mamiek Prakoso saat pementasan ketoprak di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Jakarta, 16 Juli 2012. TEMPO/Dasril Roszandi

    Pelawak Marwoto (kiri) dan Mamiek Prakoso saat pementasan ketoprak di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Jakarta, 16 Juli 2012. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Surabaya - Pimpinan Srimulat Surabaya, Agus Sarminto, mengatakan, semula pelawak Mamiek Prakoso telah direncanakan akan diundang sebagai bintang tamu dalam pentas Srimulat di Taman Hiburan Rakyat Surabaya.

    Menurut Agus, pentas tersebut akan dilaksanakan setelah Lebaran ini. "Saya sudah telepon Mas Mamiek sebelum Lebaran lalu. Saat itu informasinya dia lagi kurang enak badan," kata Agus, Ahad, 3 Agustus 2014.

    Srimulat Surabaya, kata Agus, telah beberapa kali mendatangkan bintang tamu untuk menggaet animo penonton. Sejumlah pelawak terkenal, seperti Kirun, Yati Pesek, Topan, serta penyanyi Sony Jos pernah diundang. "Habis Lebaran ini rencananya Mas Mamiek yang giliran kami undang," kata Agus. (Baca: Gogon Srimulat Anggap Mamiek seperti Saudara)

    Mengundang Mamiek yang mengawali kariernya di Srimulat Surabaya pada 1980, menurut Agus, tidak sulit. Asal jadwal pentasnya tidak berbenturan, pelawak asal Ngawi itu pasti datang. Bila yang mengundang Srimulat Surabaya, Mamiek tidak pernah mempersoalkan jumlah honor. "Mas Mamiek itu orangnya solider dan setia kawan. Meskipun sudah jadi pelawak top, tapi tidak lupa asal-usulnya," kata Agus.

    Bagi Agus, meninggalnya Mamiek membuat Indonesia kehilangan salah satu pelawak andal. Sebab, bersama para alumnus Srimulat lain, Mamiek telah mengisi ingar-bingar dunia lawak di Tanah Air. "Seperti umumnya pelawak Srimulat lainnya, Mas Mamiek punya ciri khas tersendiri dalam melawak," ujar Agus. (Baca:Mamiek Srimulat Akan Dimakamkan di Ngawi)

    Salah seorang pelawak senior Srimulat, Tohir, mengatakan Mamiek merupakan pelawak yang berbakat serta berwawasan luas. Pelawak yang pernah punya ciri khas rambut kuning di atas daun telinga itu tak hanya piawai melempar umpan, namun juga pandai membanyol. "Saat masuk ke Srimulat Surabaya sekitar 1980, Mamiek merupakan pelawak muda yang berbakat," ujar Tohir, yang menjadi anggota Srimulat Surabaya sejak 1966.

    Tohir mengatakan Mamiek menjadi salah satu pelawak penting di Srimulat Surabaya ketika itu selain Paimo, Tarsan, Asmuni, Polo, Verawati, dan sejumlah pelawak lain. Mamiek pun pernah merasakan besutan langsung pendiri Srimulat, Teguh Slamet Rahardjo. "Untuk memperkuat Srimulat Surabaya, Kadir, yang waktu itu main di Srimulat Solo, didatangkan. Boleh dibilang itu zaman keemasan Srimulat Surabaya," ujar Tohir.

    Mamiek meninggal di Surakarta, Jawa Tengah, Ahad, 3 Agustus 2014, di Rumah Sakit Brayat Minulya sekitar pukul 14.35 karena sakit. Adik kandung Mamiek, Eko Gudel, mengatakan kakaknya sempat mengeluh sakit perut dan tidak bisa buang angin. "Mas Mamiek masuk rumah sakit di Ngawi, Jawa Timur, dua hari sebelum Lebaran. Katanya tidak bisa buang angin," katanya di Surakarta.

    KUKUH S. WIBOWO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.