Lea Simanjuntak Bangga Bisa Dukung Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lea Simanjuntak. the-marketeers.com

    Lea Simanjuntak. the-marketeers.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Lea Simanjuntak menyatakan kegembiraaannya lantaran bisa ikut serta dalam acara 7 Hari untuk Kemenangan Rakyat di Komunitas Salihara, Jakarta. Acara ini digelar untuk menyambut hasil pengumuman pemilihan presiden oleh Komisi Pemilihan Umum.

    Lea mengatakan dia ikut serta dalam acara ini karena kecintaannya kepada presiden terpilih, Joko Widodo. "Aku sudah senang sama Jokowi sejak dirinya terpilih sebagai Walli Kota Solo. Jokowi sosok yang berbeda, mau kerja, jujur. Aku sangat senang dan bangga bisa memilih dia," ujar Lea saat ditemui di Teater Salihara, Selasa, 22 Juli 2014. (baca : Sorak Kemenangan Jokowi di Salihara)

    Sebagai musikus, Lea ingin terlibat lebih jauh dalam upaya menyokong Jokowi dengan menyajikan karyanya di acara yang diselenggarakan di Salihara. (Baca : Lea Simanjuntak Ketagihan Main Teater)

    "Saya senang bisa ikut acara ini. Ini acara yang tidak dibayar sedikit pun. Senang bisa turut mempresentasikan karya untuk Indonesia yang baru. Saya juga berharap acara ini dapat melahirkan semangat bagi generasi muda Indonesia untuk dapat terus berkarya memajukan Indonesia," kata Lea.

    Lea juga berharap perbedaan pilihan saat mendukung calon presiden tidak sampai menjadi penghalang untuk bersilaturahmi. "Kita itu tetap bangsa yang satu. Perbedaan pandangan, budaya, agama, sudah lama kita jalani. Jadi jangan sampai terpecah."

    Ia berdoa agar Jokowi yang terpilih menjadi Presiden Indonesia periode 2014-2019 ini dapat menjadi bapak bangsa yang baik dan tetap mendengar hati nurani rakyat.

    ANINDYA LEGIA PUTRI

    Berita Terpopuler

    Marshanda Siap Terima Risiko Lepas Jilbab 
    Ashanty Hamil, Keluarga Aurel Hermansyah Tak Mudik
    Selena Gomez Ajak Fan Dukung Gaza
    Tradisi Lebaran Keluarga Sukarno


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.