Tradisi Lebaran Keluarga Sukarno

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sukmawati Soekarnoputri saat menghadiri perayaan ulang tahun Guruh Soekarnoputra ke 61 di kediamannya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (13/1) malam. TEMPO/Nurdiansah

    Sukmawati Soekarnoputri saat menghadiri perayaan ulang tahun Guruh Soekarnoputra ke 61 di kediamannya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (13/1) malam. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Lebaran tinggal menghitung hari. Dari kue Lebaran, pakaian baru, hingga rencana pulang kampung, semua sudah disiapkan. Ada cerita menarik di antara keluarga besar Sukarno. Dalam keluarga presiden pertama Republik Indonesia ini, tradisi berkumpul bersama saat Lebaran merayakan hari kemenangan merupakan momen yang ditunggu-tunggu.

    "Karena dalam momen Lebaran biasanya kami kumpul semua, bersilaturahmi. Banyak bertemu saudara dan kerabat lama yang tidak pernah jumpa membaur semua di acara tersebut," kata Menur Soekarno pada Minggu, 20 Juli 2014.

    Putri Soekmawati Soekarnoputri ini tak mungkin lupa. "Biasanya berkumpul di rumah Pakde Guntur (Guntur Soekarnoputra) atau Bukde Mega (Megawati Soekarnoputri). Mereka yang dituakan akan menerima salam minal aidin wal faizin dari kami-kami yang muda. Suasananya seru, campur aduk antara terharu, senang, dan sedih," kata wanita yang bernama lengkap RAj Agung Putri Suniwati ini.(Baca: Generasi Ketiga Sukarno Lebur oleh Hobi Bersama)

    Mantan istri Sarwana, personel grup Warna, ini mengatakan dalam acara kumpul bersama itu ada banyak cerita yang disampaikan seluruh anggota keluarga yang berkumpul. "Maklum, biasanya kan sulit untuk bertemu satu sama lain, nah pada kesempatan ini semua keluarga berkumpul, silaturahmi, lepas kangen satu sama lain," kata Menur.

    Menu khas dalam acara ini adalah masakan Palembang. "Biasanya ada tekwan dan pempek Palembang. Kalau ketupat, sayur pepaya, opor ayam, rendang, dan sambal goreng hati sudah pasti tersaji. Namun menu yang laku dan banyak diminati adalah menu Palembang karena segar untuk jeda bersantap menu serbasantan dan daging," ujar Menur.

    Menurut dia, Lebaran dengan menikmati kuliner khas Palembang apalagi bersantapnya bersama keluarga besar jadi momen yang selalu ditunggu. "Senang, kita sering main dulu-duluan makan, ya, seperti lomba. Lucu juga kita makan menu ini dalam keadaan panas," kata Menur.

    HADRIANI P.

    Berita Terpopuler
    Berita Potong Kelamin, Ahmad Dhani ke Dewan Pers
    Marshanda Tanggalkan Jilbab 
    Marshanda Lepas Jilbab, Ini Kata Ben Kasyafani
    Lepas Jilbab, Marshanda Dikritik Netizen  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.