Puasa, Cinta Laura Anti Vitamin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cinta Laura menghadiri pemutaran perdana film Hollywood pertamanya The Philosophers di Senayan City, Jakarta, 14 Juni 2014. Cinta Laura berpemeran sebagai Utami, seorang penyanyi opera yang juga poliglot. TEMPO/Nurdiansah

    Cinta Laura menghadiri pemutaran perdana film Hollywood pertamanya The Philosophers di Senayan City, Jakarta, 14 Juni 2014. Cinta Laura berpemeran sebagai Utami, seorang penyanyi opera yang juga poliglot. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta -- Di tengah kesibukan yang cukup padat, cukup banyak artis yang menggunakan vitamin untuk menjaga stamina. Tapi tak demikian dengan Cinta Laura. Meski kesibukannya tergolong padat, ini tak membuat gadis kelahiran Jerman tersebut menenggak beragam vitamin.

    Cinta menyebutkan, selama Ramadhan ini ia disibukkan dengan acara sahur setiap pagi, kadang pula ditambah acara berbuka di sore hari. Untuk menjaga stamina, ia lebih memilih untuk memakan sayur-sayuran, nasi merah dan minum air putih 1,5 sampai 2 liter per hari. 

    "Aku gak percaya vitamin," ujarnya saat ditemui di kediaman Guruh Soekarno Putra, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jum'at, 4 Juli 2014. 

    Dibanding mengkonsumsi vitamin, Cinta  juga lebih memilih untuk istirahat semaksimal mungkin dan lebih memilih dalam mengambil pekerjaan. "Buat aku, kesehatan lebih penting dari pada syuting. Selesai syuting 04.30 WIB sampai rumah jam 05.00 WIB. Aku tidur dari jam 06.00. Jadi ada waktu minimal 7 jam buat istirahat," jelasnya. 

    Untuk Lebaran, Cinta memilih untuk merayakan di Indonesia bersama keluarga besarnya. Pasalnya, pada bulan Agustus ia akan pindah ke Los Angeles untuk mengembangkan karirnya di Hollywood.

    ANINDYA LEGIA PUTRI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.