Jamie Aditya Dikerjain Ayah Gara-gara Jins

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi penyanyi dan aktor Jamie Aditya dalam menghibur penonton di Internasional Java Jazz Festival (JJF) 2014 di JIExpo Kemayoran Jakarta, (2/3). TEMPO/Nurdiansah

    Aksi penyanyi dan aktor Jamie Aditya dalam menghibur penonton di Internasional Java Jazz Festival (JJF) 2014 di JIExpo Kemayoran Jakarta, (2/3). TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presenter televisi, Jamie Aditya, mengaku pernah dikerjai ayahnya gara-gara celana jins. “Waktu itu pernah disuruh berendam dengan celana jins. Katanya supaya ukuran celana jinsnya jadi pas di badan gue,” kata Jamie dalam acara Live on Levi's di The Upper Room Jakarta, Rabu, 2 Juli 2014.

    Percaya dengan saran ayahnya, Jamie menurut dengan berendam di bak mandi hingga air bak mandi itu berwarna biru. “Gue gak tahu sih itu gue dikerjain sama bokap atau enggak, tapi bener lho, abis itu jinsnya jadi enak dipakai,” ujar mantan video jockey MTV ini.

    Jamie mengaku jins pertamanya dibelikan saat ia dan keluarga berjalan-jalan ke Singapura. “Sebelumnya kalau gue minta gak pernah dikasih. Selalu disuruh beli bahan jins dan jahit di Mayestik aja, kata nyokap,” ujar Jamie mengenang.

    Kemarin, produsen jins Levi's merayakan perjalanan jenis jins legendarisnya, yaitu seri 501 melalui kampanye Live on Levi's. Kampanye ini bercerita soal celana jins yang bertahan bertahun-tahun mengikuti perjalanan para penggunanya.

    Celana jins merupakan tekstil yang dipakai oleh seluruh kalangan, mulai dari buruh bangunan hingga presiden. Levi's sendiri merupakan merek celana asal Amerika Serikat yang didirikan pada 1873.

    SUBKHAN

    Topik terhangat:
    Jokowi-Kalla
    | Prabowo-Hatta | Korupsi Haji | Tragedi JIS | Piala Dunia 2014

    Berita terpopuler:
    Ahok Ditolak Masuk ke Masjid di Jakarta
    Menteri Hidayat Usul Pajak Tas Hermes Dihapus

    Barcelona Siapkan Rp 1,4 Triliun untuk Rekrut Suarez


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.