Tumit Kaki Retak, Istri Uje Dirawat di Rumah Sakit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pipik, Istri Alm Ustas Jefri Al-Buchori dirawat di rumah sakit.

    Pipik, Istri Alm Ustas Jefri Al-Buchori dirawat di rumah sakit.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pipiek, istri almarhum Ustad Jefry Al-Buchori (Uje), terbaring lemah di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, karena mengalami retak di tumit kaki kanannya akibat melompat dari lantai 2 rumahnya saat kebakaran melanda bangunan tersebut dinihari tadi.

    Pantauan Tempo, Pipiek datang ke RS sekitar pukul 18.30 WIB. Ia langsung menjalani roentgen untuk mengetahui keadaan kakinya yang membengkak. Hasil roentgen menunjukkan tumit kanan Pipiek mengalami keretakan yang membuatnya harus dirawat inap. (Baca: Umi Pipik Berdakwah Akhir Tahun di Hongkong)

    Mengetahui kabar tersebut, ibunda Uje, Umi Tatu, segera menjenguk menantunya itu. "Ini musibah. Pipiek dirawat karena ia lelah, capek, dan tidak merasakan sakit yang diderita akibat syok. Kata dokter, ia harus diinfus untuk mendapatkan tenaga. Ia tidak sadar seharian kakinya yang luka sampai bengkak dan mengalami keretakan," ujar Umi Tatu saat ditemui Tempo di RS Pondok Indah, Jumat malam, 20 Juni 2014.

    Dari gambar yang terlihat, keadaan Pipiek terlihat sangat lelah. Hingga saat ini, beberapa kerabat datang mengunjungi Pipiek, di antaranya kakak keduanya, Enni Susilowati; anak pertamanya, Adiba; dan artis Eddies Adelia.

    Sebelumnya, kebakaran yang menghabiskan lantai dasar rumah Pipiek di Rempoa, Tangerang Selatan, itu membuat Pipiek beserta keluarga panik hingga membuat Pipik dan anak-anaknya harus loncat dari lantai 2 rumahnya saat proses evakuasi. Sebab, keadaan di lantai bawah tidak memungkinkan untuk dilewati.

    ANINDYA LEGIA PUTRI

    Berita Terpopuler
    Sehari Rilis, Album Baru JKT48 Merajai iTunes 
    Marissa Anita Kagumi Adinia Wirasti
    Perjalanan Spiritual ke Mekah, Ki Joko Bodo Tobat 
    Dibanding Bola, Omesh Pilih Nonton Debat Capres


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.