Angelina Jolie Bangun Wahana Skateboard Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angelina Jolie menghadiri acara photocall film

    Angelina Jolie menghadiri acara photocall film "Maleficent" di The Bund, Selasa (3/6), di Shanghai, Cina. ChinaFotoPress/ChinaFotoPress via Getty Images

    TEMPO.CO, Los Angeles - Demi anak, Angelina Jolie dan Brad Pitt rela mengubah taman rumahnya menjadi taman skateboard.

    Pasangan yang memiliki enam orang anak ini membayar buruh bangunan untuk membangun fasilitas bermain yang besar di belakang rumahnya di Los Feliz, Los Angeles. Ia membuat taman skateboard untuk anaknya Shiloh yang baru saja berulang tahun yang ke delapan.

    Dilansir Femalefirst, Sabtu 21 Juni 2014 seorang sumber mengatakan saat ini rumah bintang Maleficent tersebut sangat ramai oleh pekerja. Mereka membuat taman skateboard seperti kolam renang yang melingkar.(Baca :Angelina Jolie Ingin Anaknya Jadi Politikus)

    Saat ditanya soal ulang tahun Shiloh, Anggi mengatakan pada Eonline, "Kami melakukan banyak hal untuk pengembangan anak-anak. Shiloh suka skating dia berminat untuk menjadi pemain skateboard, kami ingin mewujudkan mimpinya," kata Anggi.

    Selain Shiloh pasangan ini memiliki lima anak lagi, Maddox 13, Pax 10, Zahara 9 dan dua anak kembar Knox dan Vivienne.

    Rumah yang menjadi kediaman mereka saat ini di Los Feliz, merupakan rumah Brad Pitt yang dibelinya pada tahun 1994. Rumah itu kini telah direnovasi menjadi rumah yang mewah dan besar. Pasangan ini juga memiliki rumah mewah di Italia, New Orleans, Malibu dan New York.

    RINA ATMASARI | FEMALEFIRST

    Berita Terpopuler
    Sehari Rilis, Album Baru JKT48 Merajai iTunes 
    Marissa Anita Kagumi Adinia Wirasti
    Pameran Kriya Seni Indonesia Wood & Good
    Dibanding Bola, Omesh Pilih Nonton Debat Capres


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.