Justin Bieber Minta Maaf Terkait Video Rasis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Justin Bieber. REUTERS/Benoit Tessier

    Justin Bieber. REUTERS/Benoit Tessier

    TEMPO.CO, Jakarta - Justin Bieber belakangan ini lebih banyak mengeluarkan permintaan maaf daripada lagu baru. Seusai beredarnya video Ku Klux Klan, bintang pop ini mengeluarkan pernyataan maaf. "Mengakui kesalahanku dari beberapa tahun lalu adalah hal terberat yang pernah aku jalani. Namun aku merasa sekarang harus bertanggung jawab untuk kesalahan-kesalahan itu dan tidak membiarkannya berlarut," ujarnya dalam pernyataannya kepada E! News, 5 Juni 2014.

    Seperti diberitakan sebelumnya, tabloid Sun kembali memuat video Bieber yang bersikap rasis. Dalam video itu, Bieber bergurau telah masuk anggota KKK. Di dalam video itu juga, secara parodi, ia menyanyikan lagu One Less Lonely Girls, tentang membunuh orang kulit hitam. (Baca: Video Rasis 'Ku Klux Klan' Bieber Kembali Muncul).

    "Aku hanya berharap untuk selanjutnya bahwa anak usia 14 tahun tidak mengerti kekuatan kalimat ini dan tidak melakukan kesalahan sama yang telah aku buat. Pada akhirnya aku harus mundur dan mengakui yang telah kulakukan," ujarnya.

    Permintaan maaf ini keluar sejam setelah Bieber mem-posting pesan inspirasi di akun Instagram-nya. Pesan itu berisi tentang pengakuan dosa dan memohon ampun kepada Tuhan. Ini adalah permohonan maaf kedua bagi Bieber terkait dengan pernyataan rasis. Pada Minggu, 1 Juni 2014, Bieber juga mengeluarkan pernyataan maaf terkait dengan video rasis yang buatnya saat berusia 15 tahun. Dalam video itu tertangkap sang penyanyi membuat candaan yang menyerang.

    EW | DEWI RETNO

    Berita Terpopuler
    Iyeth Bustami: Jokowi Trendsetter Blusukan
    The Philosopher, Wajah Nusantara di Film Hollywood  
    Kehebatan Angka 13 Versi Taylor Swift
    Film The Philosopher, Syuting di Indonesia


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.