Kondisi Membaik, Paul McCartney Keluar dari RS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paul McCartney. REUTERS/Benoit Tessier

    Paul McCartney. REUTERS/Benoit Tessier

    TEMPO.CO, Tokyo - Setelah dirawat di rumah sakit akibat terkena virus berbahaya, Paul McCartney akhirnya keluar dari rumah sakit di Tokyo, Jepang. Dikutip dari Mirror.co.uk, Senin, 26 Mei 2014, pembetot bas band legendaris The Beatles itu terlihat sehat dan menaiki jet pribadi untuk kembali pulang ke rumahnya, entah ke London atau New York. (Baca: Terinfeksi Virus, Paul McCartney Dirawat di RS)

    "Paul telah kembali pulih. Ia benar-benar sedih karena harus membatalkan turnya di Jepang dan Korea. Tapi melihat ia sudah sehat adalah berita yang baik," kata juru bicara McCartney.

    McCartney sempat dirawat selama sepekan di Rumah Sakit Internasional St Luke, Tokyo, ditemani istrinya, Nancy Shevell. Dari hasil pemeriksaan, di dalam tubuh Paul ditemukan virus yang membuat kondisi tubuhnya lemah. (Baca: Sakit, Paul McCartney Tunda Konser di Tokyo)

    Kondisi Paul sudah memburuk sejak pertama kali menginjakkan kaki di Negeri Sakura pada 16 Mei lalu. Tur Out There yang seharusnya dilakukan pekan lalu resmi dibatalkan. Ia juga membatalkan tur di Korea Selatan karena saat itu kondisinya belum pulih.

    "Saya benar-benar berharap segera sembuh. Saya menyesal telah membuat fan saya kecewa," kata Paul dalam sebuah penyataan.

    Total, ada lima konser di Jepang dan Korea Selatan yang dibatalkan Paul sejak ia sakit. Namun, dengan kondisi yang membaik, tur di Amerika pada 14 Juni mendatang ada kemungkinan akan tetap berjalan sesuai dengan jadwal.

    RINDU P. HESTYA | MIRROR.CO.UK

    Berita Lain:

    Dua Personel AKB48 Diserang Pria Bergergaji
    Aline Adita Syuting Iklan Bareng Charlize Theron
    Ahmad Dhani Belum Siap Ditinggal El Main Sinetron


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.