Senin, 22 Oktober 2018

Arizal, Sutradara Film-film Laris, Meninggal Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sutradara film Arizal B.A. TEMPO/Maman Samanhudi

    Sutradara film Arizal B.A. TEMPO/Maman Samanhudi

    TEMPO.COJakarta - Sutradara Arizal, 71 tahun, meninggal pada 18 Mei 2014 pukul 11.00 Wib. Pria kelahiran Indragiri Hulu ini dikenal sebagai sutradara Indonesia yang mampu membuat film dan sinetron dari berbagai genre.

    Ia pernah menjadi sutradara Gita Cinta dari SMA dan Puspa Indah Taman Hati yang dibintangi Rano Karno dan Yessy Gusman. Arizal juga membuat film-film humor yang dibintangi oleh Warkop dan menjadi film-film laris di tahun 1980-an dan 1990-an.

    Setelah menamatkan SMA di Pekan Baru, Arizal melanjutkan pendidikan tingginya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan kemudian West Coast Institute of Management & Technology, Perth, Australia.

    Arizal juga dikenal sebagai wartawan. Ia memulai kariernya sebagai karikaturis di majalah Selecta. Ia kemudian ia bergabung menjadi staf redaksi di majalah Mayapada dan Panorama.

    Kariernya di dunia film dimulai ketika ia menjadi asisten artistik kartun Walt Disney di Universal Studio, Los Angeles, Amerika Serikat. Setelah itu pada 1971 ia menjadi asisten sutradara pada film Pengejaran ke Neraka.

    Pada 1974 ia dipercaya menjadi sutradara film anak-anak Senyum dan Tangis. Film ini meraih penghargaan Piala Citra sebagai film anak-anak terbaik. Di akhir dekade 1970, ia banyak membuat film-film drama.

    Film garapan Arizal, Gita Cinta dari SMA dan Puspa Indah Taman Hati menjadi salah satu film yang banyak digemari masyarakat. Pada tahun 1980-an, Arizal juga menggarap film-film komedi. Bersama kelompok Warkop, Arizal sukses membuat film-film humor yang ketika itu belum banyak muncul.

    Beberapa film komedinya seperti Pintar-pintar Bodoh dan Maju Kena Mundur Kena menjadi film terlaris di Indonesia. Berkat kesuksesannya dalam film komedi, Arizal menjadi salah satu sutradara termahal di Indonesia. Kemampuannya membuat film dalam berbagai genre, seperti drama, komedi, dan laga, semakin mengangkat popularitasnya.

    Di sinetron atau layar Kaca, Arizal menggarap Gara-gara dari PT Multivision Plus pada 1992-1993 dengan pemain Lydia Kandouw, Jimmy Gideon, Sion Gideon, Pitrajaya Burnama dan Nani Wijaya. Lalu, sinetron Ada-ada Saja dari PT Multivision Plus pada 1993-1995 dengan pemain Nurul Arifin, Rudy Salam, Kiki Fatmala dan Fuad Alkhar.

    Dia juga menyutradarai sinetron Jin dan Jun dari PT Multivision pada 1996-2001 dengan pemain Syahrul Gunawan, Mira Asmara, Misye Arsita, Fuad Baraja dan M. Amin. Ada juga sinetron Tuyul dan Mbak Yul pada 1997-2002 sebanyak 270 episode dengan pemain Onny Syahrial, Slamet Joyo dan Dominiq Sanda.

    Ia juga membuat iklan televisi sabun Lux untuk PT Unilever 1978 Jakarta Citra Lintas dengan model Widyawati. Selain itu, Arizal juga dikenal sebagai pengarang lagu. Karyanya adalah Usah Kau Goda-Emie Djohan 1967, Mengapa-Alfian 1967, lagu Senyum dan Tangis, dibintangi Rano Karno 1974, lagu di film Setulus Hatimu yang dibintangi Tanty Yosepha & Elly S pada 1975 dan lagu Main Film, dibintangi Benyamin S pada 1975

    Almarhum disemayamkan di Perum Kranggan Permai, Jalan Borobudur, Jati Sampurna, Bekasi.

    EVIETA FADJAR

    Berita Terpopuler
    Tantri Kotak: Husein Masuk Grand Final Itu Kejutan
    Anggun Tampil di WMA 2014, Fan Agnez Mo Meradang
    Kris EXO Tuntut Agensi S.M. Entertainment
    Album Baru Band Dirty Edge, Reuniting The Families


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.