Duta Hip-hop Amerika Hibur Santri Miftahul Ulum

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi hip-hop

    Penyanyi hip-hop "Sundanis" ikut menghibur para bobotoh pada syukuran ulang tahun Persib yang ke 81 Tahun di Bandung, Jawa Barat (14/3). Diharap Persib bisa mengembalikan citra Bandung yang pernah lekat dan sempat dijuluki kiblat sepakbola Indonesia di era 80 sampai 90an ujar para bobotoh yang merupakan fans Persib. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelompok hip-hop dari Amerika Serikat, Very Necessary, menjalankan serangkaian tur di beberapa kota di Indonesia. Di Jakarta, Sabtu, 16 Mei 2014, mereka menghibur ratusan santri di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Jakarta Selatan. 

    Kelompok hip-hop ini beranggotakan Anas Canon sebagai pengolah suara serta produser, Baraka Blue sebagai vokalis atau rapper dan Sunni Ali sebagai vokalis. Sebelum ke Jakarta, mereka mengunjungi Aceh, Makassar, dan Solo. 

    Kedutaan Besar Amerika Serikat mengundang kelompok hip-hop untuk mempererat persahabatan Indonesia-Amerika Serikat. “Kami mengunjungi pesantren karena ingin mempererat persahabatan melalui bidang seni,” ujar Atase Pers Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia, Troy Pederson. Anggota kelompok hip-hop ini semuanya muslim. 

    Bertempat di aula dengan panggung sederhana dilengkapi pendingin udara, kelompok hip-hop ini pun membawakan beberapa lagu yang sederhana. Di antaranya tentang doa, kecintaan terhadap sang pencipta dan perdamaian. “Lagu yang pertama tadi tentang doa. Kita harus memulai sesuatu dengan berdoa,” ujar Baraka Blue.

    Belasan santri laki-laki terlihat menggerombol di depan panggung sambil ikut bergoyang. Blue dan Ali pun mengajak para santri ikut serta menyanyi. Mereka meminta para santri yang hadir mengatakan satu kata saat mereka mengatakan lirik yang lain. “Damai..damai..damai....” teriak para santri ketika Blue dan Ali mengucap kata dunia.

    Para penyanyi ini juga turun ke tengah-tengah pesantren yang duduk terpisah berdasarkan jenis kelaminnya. Tampak beberapa santri malu-malu ketika disodori mikrofon oleh kedua penyanyi.

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.