Ebiet G Ade Nyanyikan Lagu SBY

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Batam -- Lama tidak muncul di depan penggemar, kali ini penyanyi lawas Ebiet G Ade dijadwalkan akan menyanyikan lagu karya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran ke- XXV tingkat nasional di Batam, 6 Juni 2014 nanti.

    "Ebiet G Ade akan menyanyikan lagu ciptaan Presiden, berjudul Mengarungi Keberkahan Tuhan," kata Ketua Bidang Acara Pembukaan dan Penutupan Panitia MTQ Nasional, Boeralimar, di Batam, Sabtu, 17 Mei 2014.

    Lagu itu khusus diciptakan Presiden untuk menceritakan keagungan Allah sehingga pas dibawakan dalam upacara pembukaan yang juga dihadiri sekaligus dibuka Presiden.

    Ebiet akan diiringi orkestra Batam yang sudah berlatih selama berbulan-bulan. Panitia sengaja melibatkan anak-anak setempat untuk memberikan kesempatan tampil sekaligus sebagai ajang unjuk gigi. Selain orkestra Batam, panitia juga melibatkan pelajar SMP untuk menarikan tarian kolosal, yang dirancang koreografer Instiut Seni Indonesia Yogyakarta, Raja Elfira Indra.

    Di lain pihak, Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani memastikan seluruh perencanaan pagelaran pembukaan MTQ berjalan lancar. Menurut dia, yang paling penting adalah sistem suara yang baik.

    Ia mengatakan Presiden tidak suka sistem suara yang buruk sehingga panitia sengaja menggunakan jasa perusahaan dari Jakarta agar hasilnya tidak mengecewakan Presiden. "Penyelenggaranya dari Jakarta. Mereka biasa menangani acara-acara Keistanaan sehingga sudah tahu apa kebutuhannya," kata Sani.

    ANT | ALIA

    Berita Lain:
    Husein Idol Kedatangan Fans dari Arab Saudi
    Emma Watson Lulus dari Brown University
    Himpun Dukungan di Idol, Nowela Datangi Papua


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.