Mario Irwinsyah Jadi Gemuk-Kurus demi Peran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktor Mario Irwinsyah. TEMPO/Nurdiansah

    Aktor Mario Irwinsyah. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sepiring bruschetta bertabur jamur bertahan tak sampai 20 menit di tangan Mario Irwinsyah. Di salah satu kedai piza di Senayan City, pemain film yang tahun ini akan berusia 32 tahun itu lahap menyantap makanan asal Italia yang berbahan dasar roti tersebut. "Saya lagi mau gemukin badan ini," katanya, yang saat ditemui mengenakan kemeja jins biru lawas berlengan panjang dan celana corduroy krem.

    Mario memang sedang mengejar target berat badan 72 kilogram demi peran barunya di film 3 Nafas Likas. Dalam film berlatar belakang sejarah kehidupan Likas Beru Tarigan, istri Letnan Djendral Djamin Gintings, itu dia didapuk menjadi Mulia, adik sang tokoh utama. "Dia itu agak buncit, nih lihat perutnya," kata Mario sembari menyorongkan gambar Mulia dalam telepon pintarnya. Mulia terlihat buncit di perut dan memiliki jambang tipis.

    "Ini makanya juga saya belum cukur," kata Mario sambil mengusap rambut tipis di sekitar dagu hingga leher bagian atasnya. Anak sulung artis Ida Leman dan sutradara almarhum Irwansyah ini sengaja mendekatkan diri dengan ciri-ciri fisik karakter yang dia akan perankan. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk mewujudkan tokoh tersebut senyata mungkin. Untuk memerankan Mulia, Mario sudah berhasil menaikkan berat badan menjadi 70 kilogram dari semula 61 kilogram.

    "Kalau enggak pernah gemuk, enggak tahu rasanya membawa badan dengan berat berlebih," ujar pria berambut keriting tersebut. Dia mencontohkan, dari posisi duduk saja, orang gemuk dan orang kurus sudah berbeda. Orang gemuk cenderung duduk bersandar. Belum lagi cara berjalan, bahkan berbicara. Pemahaman atas gesture tersebut, menurut dia, bisa membantu penjiwaan karakter tokoh. (Baca: Mario Irwinsyah: Hati Transeksual Lebih Besar))

    Dulu, ketika memerankan Kiai Fahruddin, sahabat Kiai Ahmad Dahlan, dalam film Sang Pencerah, Mario justru berjuang menurunkan berat hingga 9 kilogram dalam 1,5 bulan. "Zaman dulu, yang gemuk itu kan biasanya orang kaya, jadi saya harus kurus," ujarnya. Itu adalah pertama kalinya Mario membuat badannya sekurus mungkin. "Tapi sehat ya," katanya mengingatkan.

    Waktu itu, Mario bercerita, dia berjibaku dengan membagi porsi olahraga 60 persen dan pola makan sehat 40 persen. Dia juga berkonsultasi dengan ahli gizi. Agar bobot tetap terjaga, di tempat syuting dia membawa bekal sendiri.

    Setelah sukses dengan diet menurunkan berat badan, kini, demi filmnya yang terkini, Mario tinggal mengaplikasikan pengetahuan dietnya untuk menjalankan program penggemukan. Dia merasa tak perlu lagi berkonsultasi. "Ya, saya gemuk ya gemuk sehat," ujarnya.

    Caranya, dengan makan banyak daging yang berprotein tinggi dan bahan makanan yang tetap sehat. "Kayak seperti ini," katanya sambil menunjuk ke arah bruschetta. "Ini kan ada jamurnya, ada bawangnya, ada kejunya."

    DIANING SARI

    Berita Terpopuler
    Jerry Wong Banjir Ucapan Duka dari Selebritas 
    Meriah, Grand Final Indonesian Idol 2014
    Duet Nowela-Judika Menuai Pujian Juri 
    Yang Besar dan Kecil dalam Singapore Art Museum


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.