Andien Jualan Lagu di iTunes

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Andien. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Penyanyi Andien. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Para musikus Indonesia sering mengeluhkan penjualan serta pembajakan yang merajalela. Banyak musikus yang menghindari membuat album rekaman fisik, mengingat pengguna Internet bisa mengunduh lagu-lagunya secara bebas.

    Penyanyi jazz Andien salah satunya. Andien menyadari menjual karya digital melalui gerai semacam iTunes menjadi salah satu cara paling efektif pada masa sekarang. Tanpa merasa canggung, ia mengaku sebagai pecandu setia iTunes. ''Hampir dua hari sekali saya membeli lagu di iTunes,'' ujarnya.

    Ia menilai penjualan karya di industri musik digital seperti melalui iTunes memiliki potensi lebih besar dibanding menjual karya dalam bentuk fisik. ''Sekarang ini semua orang lebih memiliki smart device dibandingkan CD player. Itulah yang kemudian membuat bergesernya media yang dipilih oleh para konsumen maupun musisinya sendiri,'' kata pemilik nama lengkap Andinie Aisyah Haryadi ini, Jumat, 16 Mei 2014.

    Untuk memuluskan jalannya, Andien kemudian menggandeng INSIDE untuk membantu mendistribusikan karya-karyanya melalui iTunes. Karya terbarunya yang berjudul #Andien didistribusikan lewat iTunes sejak setahun lalu. ''Alhamdulillah hasilnya cukup bagus. Dari album ini, lagu yang paling banyak diminati adalah Aku di Sini Untukmu,'' kata Andien.

    Andien merupakan penyanyi yang terjun ke dunia musik jazz ketika masih kecil. Namanya sering dikaitkan dengan musikus almarhum Elfa Secioria selaku jebolan sekolah musik bergengsi yang didirikan komposer andal itu. Wanita berusia 28 tahun itu sering mengikuti festival jazz hingga ke luar negeri.

    ALIA

    Lainnya:
    Nabrak di Bundaran HI, Pengemudi BMW Tantang Polisi
    Tepis Fitnah Sara, Kiai NU Kampanye untuk Jokowi
    Jadwal Pemadaman Listrik Jakarta Hari Ini


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.