Seabad Ismail Marzuki, Biola Miliknya Dipamerkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bekas rumah Ismail Marzuki di kawasan Kampung Bali X/36, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Bekas rumah Ismail Marzuki di kawasan Kampung Bali X/36, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Pada 11 Mei seratus tahun lalu, komponis Ismail Marzuki dilahirkan. Meski hidupnya termasuk singkat, hanya 44 tahun, banyak karya besar yang ditinggalkannya.

    Untuk memperingati seabad Ismail Marzuki, Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (PKJ TIM) menggelar serangkaian acara, bekerja sama dengan Pemerintah DKI Jakarta, Pemerintah Kota Jakarta Pusat, JakArt, dan Yayasan Musik Sastra Indonesia.

    Salah satu acara yang digelar adalah pameran memorabilia milik Ismail Marzuki yang digelar di Teater Kecil TIM pada 7-14 Mei 2014. "Yang dipamerkan termasuk akordeon, biola, rebab, dan jam dinding asli milik Ismail Marzuki," ujar Bambang Subekti, Kepala Badan Pengelola PKJ TIM, ketika dihubungi pada Selasa, 6 Mei 2014.

    Tak hanya itu, sekitar 60 foto dan kliping media serta 130 fotokopi dari partitur asli miliknya juga akan dipajang. Beberapa partitur, seperti partitur lagu Gugur Bunga, dihiasi dengan sketsa menarik yang digambar sendiri olehnya.

    Di TIM juga akan digelar diskusi terbuka yang menampilkan pakar musik Suka Hardjana, Remy Silado, dan Ben Leo pada 9 Mei mendatang. Diadakan pula pertunjukkan Ismail Marzuki Sang Pahlawan oleh Teater Tanah Air dan lomba paduan suara mahasiswa se-DKI Jakarta. Rangkaian acara ditutup pada 24 Mei mendatang lewat "Konser 100 Tahun Ismail Marzuki" di Teater Jakarta.

    RATNANING ASIH

    Berita lain:
    Boediono Sebut Yang Mulia, JK: Saya Cukup Pak Hakim
    Cara Bupati Bogor Mengelak Disebut Terima Suap
    Ini Dia Kesalahan Pertama Van Gaal kepada MU
    Uraikan Sejarah Majapahit, Terdakwa Ditegur Hakim
    Jusuf Kalla Nonton Detik-detik Kesaksian Boediono
    Sidang Century, Boediono: Itu Suara Ibu Miranda
    Kata Korut, Obama seperti 'Monyet Hitam' 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.