Jupe Jadi Sutradara Film Omnibus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktris Julia Perez memegang Piala Maya 2013 usai memenangkan Kategori Aktris Utama Terpilih 2013 pada malam penganugrahan Piala Maya 2013 di Umaniara de Brawijaya, Jakarta, Sabtu (21/12). Julia Perez terpilih menjadi pemenang Kategori Aktris Utama Terpilih 2013 pada filmnya Gending Sriwijaya.TEMPO/Nurdiansah

    Aktris Julia Perez memegang Piala Maya 2013 usai memenangkan Kategori Aktris Utama Terpilih 2013 pada malam penganugrahan Piala Maya 2013 di Umaniara de Brawijaya, Jakarta, Sabtu (21/12). Julia Perez terpilih menjadi pemenang Kategori Aktris Utama Terpilih 2013 pada filmnya Gending Sriwijaya.TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta -  Setelah mendapatkan dua penghargaan di bidang perfilman, Julia Perez, 34 tahun, menjadi lebih selektif memilih film. Jupe meraih penghargaan sebagai pemeran utama wanita aktris terpuji lewat film Gending Sriwijaya dalam Festival Film Bandung dan aktris terbaik diraihnya melalui Piala Maya pada 2013.

    Dalam waktu dekat ia akan bermain dalam film laga dengan latar Pulau Meranti. "Ada empat tawaran film, dua laga dan dua drama, selain saya harus menjadi sutradara film aksi bersama Afgan dan Aming," kata Jupe.

    Ia mengaku tak lagi berminat ditawari film horor. "Film horor sensual, banyak adegan yang enggak penting ditampilkan. Vulgar dan sensual," kata Jupe.

    Jupe mengaku antusias menjadi sutradara film omnibus X-peria. Dalam proyek itu, Ria Irawan yang menjadi eksekutif produser.(Baca : Pengalaman Julia Perez Ikut Orasi untuk Satinah )

    "Apa yang mereka captured, orang satu dengan otak editornya harus nyambung. Ini khayalan tingkat tinggi," kata Jupe.

    EVIETA FADJAR

    Berita Terpopuler
    Foto Seksi Maria Renata Disorot Media Australia
    Briptu Eka: I Love You, My Hubby
    Cara Alya Rohali Permalukan Perusak Fasilitas Umum
    Foto Seksinya Digunjingkan, Mariana Renata Pasif


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.