Tina Toonita Soal Syariat Islam di Brunei  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Tina Toonita yang biasanya merayakan Imlek bersama keluarga besarnya, tahun ini terpaksa hanya merayakan dengan Oma dan adiknya. Karena banjir melanda Jakarta dan Pantura membuatnya tidak bisa berkumpul dengan keluarga lainnya termasuk orang tuanya yang tinggal di Subang. TEMPO/Jacky Rachmansyah

    Artis Tina Toonita yang biasanya merayakan Imlek bersama keluarga besarnya, tahun ini terpaksa hanya merayakan dengan Oma dan adiknya. Karena banjir melanda Jakarta dan Pantura membuatnya tidak bisa berkumpul dengan keluarga lainnya termasuk orang tuanya yang tinggal di Subang. TEMPO/Jacky Rachmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Brunei Darussalam menjadi sorotan dunia karena mengimplementasikan hukum Islam di negaranya. Tina Toonita yang pernah beberapa kali manggung di negeri yang diperintah Sultan Hassanal Bolkiah itu mengatakan Brunei memang sejak dulu sangat menjunjung tinggi nilai-nilai Islam.

    "Di sana sangat menjunjung tinggi hukum Islam. Namun mereka saling menghargai satu sama lain, baik yang beragama Islam maupun yang non-muslim," kata Tina, Selasa, 6 Mei 2014.

    Menurut Tina, Brunei memang tegas dalam menerapkan ajaran Islam bagi warganya. "Di sana Islam sangat kental, misalnya memakai baju terbuka tidak dibolehkan," ujar mantan artis cilik ini.

    Tina pernah beberapa kali diundang ke Brunei untuk bernyanyi dalam sebuah acara. Namun, sudah tiga tahun terakhir dia belum lagi berkunjung ke sana. Ada satu yang dikagumi Tina akan Brunei. "Hebatnya justru di sana enggak ada masalah rasis. Mereka saling menghargai agama lain," kata gadis 20 tahun ini.

    Sejak Sultan Hassanal Bolkiah mengumumkan penerapan syariat di negerinya, kritik dari berbagai belahan dunia datang bertubi-tubi. Mayoritas menganggap bahwa penerapan hukum Islam tersebut dianggap terlalu kejam.

    Keputusan pihak kesultanan untuk menerapkan syariat itu tidak dibuat dalam satu-dua hari. Pihak kesultanan sudah mengajukan rencana implementasi syariat itu pada 1990-an. Sebelum syariat diterapkan, pihak kesultanan mengaku bahwa tingkat kejahatan di negeri tersebut meningkat tiga kali lipat pada 2000-2008. Pada 2012, ada kenaikan sebanyak 50 persen untuk pelaku penyalahgunaan obat.

    ALIA FATHIYAH

    Berita Lain:
    Reaksi Matt Damon dengan Pertunangan Clooney
    Zac Efron Lega Mengaku Kecanduan
    Bagi Gong Li, Pernikahan Hanya Selembar Kertas

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.