Polisi Belum Juga Periksa Ustad Guntur Bumi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ustad Guntur Bumi. showbiz.liputan6.com

    Ustad Guntur Bumi. showbiz.liputan6.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan penyidik belum merencanakan pemanggilan Susilo Wibowo, 32 tahun, atau yang dikenal dengan Ustad Guntur Bumi (UGB), terkait kasus penipuan. Penyebabnya, penyidik masih memeriksa para pelapor lantaran adanya belasan mantan pasien yang melaporkan suami dari artis Puput Melati itu.

    "Sudah ditetapkan sebagai tersangka, tetapi belum ada jadwal pemanggilannya," kata Rikwanto di Kompleks Gelora Bung Karno, Kamis, 1 Mei 2014. (Baca: Jadi Tersangka, UGB Panik)

    Rikwanto berujar Susilo akan dipanggil saat pemeriksaan terhadap para saksi pelapor selesai. Hingga Maret 2014 lalu, setidaknya ada sembilan laporan yang diterima Polda Metro Jaya, yang semuanya berasal dari mantan pasien pengobatan Susilo. Ia mengatakan laporan tersebut beragam, mulai dari penipuan, pemerasan, dan pelecehan seksual. "Ada juga korban yang merasa dirugikan Guntur Bumi senilai Rp 250 Juta," kata Rikwanto.

    Banyaknya laporan, kata Rikwanto, membuat proses pemeriksaan berlangsung lama. Beberapa laporan memerlukan pendalaman dan pengumpulkan bukti-bukti yang cukup sulit lantaran terjadi pada 2012 dan waktu sebelumnya.

    Selain itu, Rikwanto mengatakan jenis laporan mantan pasien Susilo yang beragam juga membuat proses pemanggilan ustad yang juga suami dari penyanyi cilik Puput Melati itu tak bisa langsung dilakukan. Di antara laporan itu, ia berujar, ada pasien Susilo yang mengaku tertipu karena tak kunjung sembuh setelah membayar paket pengobatan tertentu dan ada pasien yang menjalani pengobatan luka, tetapi mengalami pelecehan seksual saat pengobatan.

    Dari laporan-laporan tersebut, Rikwanto menjelaskan pasal yang disangkakan ke Susilo di antaranya Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Penipuan, Pasal 379 ayat a KUHP tentang Penipuan untuk Mata Pencaharian serta Pasal 289 KUHP tentang Pencabulan. "Para pelapornya masih diperiksa," kata Rikwanto.

    LINDA HAIRANI

    Berita Lain:
    Jiplak Sinetron 'Alien' Korea, RCTI Stop Tayangan
    Kata SBS Soal Plagiat Sinetron RCTI
    Aktor Inggris Bob Hoskins Wafat di Usia 71 Tahun

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.