Hina Agama, Drummer Scorpion Dipenjara di Dubai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Drummer grup band, Scorpion, James Kottak. nordlicht-steinburg.de

    Drummer grup band, Scorpion, James Kottak. nordlicht-steinburg.de

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari band Scorpion. James Kottak, penggebuk drum band itu, dituduh telah menghina Islam di Dubai. Aksi Kottak ini begitu mengejutkan.

    Dilansir Dailymail, Kamis, 1 Mei 2014. James Kottak mengacungkan jari tengah kepada orang Pakistan dan Afganistan saat transit di Bandar Udara Dubai. Kottak lalu berteriak bahwa muslim tidak berpendidikan.

    Bukan hanya itu, Kottak bahkan menutup hidungnya saat berdekatan dengan dua penumpang itu. Seorang petugas bandara mengatakan bahwa mungkin dua orang itu dianggap berbau dan menjijikkan oleh Kottak.

    Kottak ditangkap saat menuju Bahrain dari Rusia. Setelah diperiksa polisi, ternyata Kottak sedang di bawah pengaruh alkohol. Dia pun mengaku sebelum berangkat memang menenggak alkohol, tapi ia membantah telah menghina Islam.

    "Tidak mungkin aku melontarkan kata-kata itu ke orang muslim, baik dalam kondisi mabuk atau tidak," katanya kepada polisi. "Aku memang minum alkohol, tapi membantah dua tuduhan lainnya. Aku tidak melakukannya."

    Meski tidak mengakui tuduhan yag ditujukan padanya, Kottak diharuskan membayar denda 2.000 dirham (sekitar Rp 6,3 juta) karena mabuk di tempat umum. Selain itu, ia juga harus menjalani hukuman 1 bulan penjara.

    Berbagai asumsi pun bermunculan setelah kabar ini tersebar. Banyak yang kecewa pada Scorpion, mengingat lagu-lagunya yang selalu membawa semangat perdamaian. Bahkan band ini menuai popularitas berkat lagu Wind of Change yang mengisahkan berakhirnya perang saudara antara Jerman Barat dan Jerman Timur dengan dihancurkannya tembok Berlin.

    RINA ATMASARI | DAILYMAIL

    Berita terpopuler
    Jagal Tangerang Bantai 3 Orang Dalam Sejam 
    Usai Makan Bersama, Jagal Tangerang Beraksi
    Ini Pemicu Jagal Tangerang Habisi Sekeluarga
    Dikabarkan Masuk Islam, Sophia Latjuba: Sudahlah..


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.