Berkulit Hitam, Dira Sugandi Diejek Waktu Kecil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dira Sugandi. TEMPO/Yosep Arkian

    Dira Sugandi. TEMPO/Yosep Arkian

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Dira Julianti Sugandi, 34 tahun, tidak akan pernah lupa ejekan teman-temannya saat masih kecil karena memiliki kulit gelap. "Aku selalu nangis kalau dikatain item," katanya pada Kamis, 24 April 2014m di Supermall Karawaci Tangerang.

    Tidak hanya teman yang suka mengejeknya, terkadang ia pun sakit hati terhadap kata-kata tantenya yang juga heran terhadap kulit gelapnya. Ia bahkan sampai luluran setiap hari atau memakai sabun pemutih agar memiliki kulit lebih terang. Namun sekarang kulit gelap itu justru sangat disyukurinya. "Ini jadi keunikan aku. Memang sengsara membawa nikmat," kata wanita yang sekarang anti memutihkan kulit itu.

    Menurut dia, setelah bertemu dengan berbagai penyanyi asing, ia justru mendengar banyak pujian terhadap kulit gelapnya. Ia pun jadi bangga memiliki kulit gelap. Ketika meminta obat kulit untuk muka dari dokter kulitnya, Dira sampai menekankan kalau dia tidak mau putih, hanya ingin agar kulitnya bersih.

    Dira yang sudah pernah berkolaborasi dengan penyanyi Amerika Jason Mraz, Keith Martin, dan penyanyi tenor Andrea Bocelli ini semakin bersyukur dengan kulit serta suara yang telah diberikan Tuhan. Anugerah itu membuatnya dilirik oleh produser Incognito, Jean Paul Bluey Maunick, yang melejitkan namanya. "Ini semua spiritual journey bagiku. Bukan hanya kebetulan, tapi memang takdir Tuhan dan doa ibuku," katanya.

    Saat ini pemeran film 9 Summer 10 Autums ini pun ingin menjadi penyanyi yang memiliki misi untuk menginspirasi orang lain. "Aku ingin lebih dikenal sebagai singer with a mission," katanya.

    MITRA TARIGAN

    Berita Lain:
    Chris Martin Buka Suara Soal Perceraian
    Debat Terakhir Konvensi Tak Disiarkan Live TV
    Cara Ariel Noah Agar Terlihat Ganteng
    Lima Provinsi Ini Masih Menjadi Sarang Malaria
    Syarat Gabung dengan Label Musik Maia Estianty


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.