Wulan Guritno Bekali Anak Bela Diri Sejak Dini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wulan Guritno . TEMPO/Nurdiansah

    Wulan Guritno . TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menurut aktris Wulan Guritno, 33 tahun, membesarkan anak pada zaman sekarang memiliki tuntutan lebih. Terutama saat ini banyak orang yang memiliki perilaku menyimpang, ditambah lagi belum adanya hukum di negara ini yang bisa berjalan secara baik.

    Bercermin dari peristiwa JIS, meski Wulan mengaku sudah membekali sang anak untuk peka terhadap hal-hal yang tidak membuat dirinya nyaman, tapi rupanya itu masih belum cukup bagi dirinya. (Baca: Wulan Guritno: Pelaku Fedofil Dihukum Berat)

    "Bagaimanapun juga kita sudah membekali anak dengan baik, tetap saja ketakutan itu ada, tentu sebelum kejadian JIS juga. Sekarang itu banyak orang stres, orang gila. Hukum di negara juga belum berjalan secara baik. Banyak hal yang masih pincang dan kurang matang dalam hal apa pun," kata Wulan saat ditemui di Epicentrum Kuningan, Selasa malam, 22 April 2014.

    Proses Wulan mengajarkan cara melindungi diri di tempat umum pada anaknya secara bertahap, sesuai dengan usia dan bagaimana anak dapat dengan mudah menerima informasi. "Kita pasti punya ketakutan, ya. Sebagai ibu kita harus bisa meminimalkan hal ketakutan itu sedini mungkin," katanya.

    Menurut ibu tiga anak ini, dia harus menjelaskan pada anak tentang hal yang bagus dan tidak, mengajarkan sense membela diri. "Anak harus punya insting saat, misalnya, dia mau dicuri, diperlakukan tidak senonoh," tutur istri Adilla Dimitri ini.

    AISHA

    Berita Terpopuler
    Pertunangan Uma Thurman Bubar 
    Merry Riana Suka Gaya Pakaian Kate Middleton
    Courtney Cox Bantah Reuni 'Friends' 
    Josh Hartnett: Jangan Kencani Lawan Mainmu


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.