Gagal Nyapres, Rhoma Irama Jadi Raja Dangdut Lagi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rhoma Irama memberikan suaranya di TPS 040 Pondokjaya Pelamampang, Mampangprapatan, Jakarta Selatan, Rabu (9/4). TEMPO/Nurdiansah

    Rhoma Irama memberikan suaranya di TPS 040 Pondokjaya Pelamampang, Mampangprapatan, Jakarta Selatan, Rabu (9/4). TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Rhoma Irama telah siap mendapatkan hal terburuk dari pencalonannya sebagai presiden oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Melihat perolehan angka yang tidak seperti harapan partainya, Rhoma dan keluarga sudah legawa jika raja dangdut itu tidak masuk dalam bursa capres atau cawapres.

    "Keluarga melihat, kalau enggak jadi capres dan cawapres ya balik aja jadi raja dangdut. Tapi kalau ada yang dukung di partai ya tetap berkarya," kata Debby Veramasari, putri sulung Rhoma, saat ditemui di kantor Riforri, Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur, Senin, 21 April 2014.

    Rhoma sudah banyak pengalaman di dunia politik. Menurut Debby, ayahnya itu tidak akan kapok atau merasa dirugikan jika gagal menjadi capres. "Papa berpolitik sejak 1977. Kalau kapok ya kenapa enggak dari dulu," ujar Debby, yang juga turut ikut berpartisipasi sebagai calon legislatif di Dapil XI Jabar.

    Hingga saat ini, kata Debby, Rhoma masih melakukan diskusi politik dengan ketua umum partai, Muhaimin Iskandar. Perolehan suara PKB dalam pileg pada 9 April lalu tidak sesuai prediksi. "Papa itu memegang komitmen, eggak akan ada rasa sakit hati. PKB pun enggak memperlihatkan sikap kekecewaan. Mereka paham politik, mengawali dan mengakhiri dengan baik karena semuanya mereka yang tahu," ujar Debby dengan nada tegas.

    Kemarin, beredar kabar kalau Rhoma akan mundur dari capres yang diusung PKB. Kabarnya, Rhoma kecewa dengan Muhaimin Iskandar. Namun, semua itu dibantah Debby.

    AISHA

    Berita Lain:
    Kasus Murid TK JIS, Tersangka Wanita Jadi Otaknya
    JIS Sempat Memfitnah Ibu Korban Pelecehan Seksual
    Ini Sejarah JIS di Indonesia
    Pelecehan Seksual di JIS Disorot Media Asing
    Kemendikbud Akan Laporkan JIS ke Polisi


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.