Happy Salma Bicara tentang Kartini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Happy Salma. ANTARA/Agus Bebeng

    Happy Salma. ANTARA/Agus Bebeng

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari Kartini, 21 April 2014, identik diperingati untuk menghargai perjuangan intelektual Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangan hak perempuan di masanya. Saat ini, perjuangan itu, menurut artis Happy Salma, sudah terwujud lewat banyaknya perempuan yang bekerja di ranah publik dengan berbagai profesi.

    Bagi Happy, ia melihat perempuan yang hebat adalah perempuan yang mampu bermain di berbagai ranah. Kisah perjuangan dan kehidupan perempuan pun turut menjadi salah satu bagian yang menginspirasi dirinya dalam berkarya. “Tentunya lebih mudah berkarya lewat apa yang ada di sekitar kita,” kata Happy saat ditemui di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Ahad, 20 April 2014.

    Sosok sang ibu pun tidak luput dari perhatian Happy saat dirinya menggambarkan seperti apa sosok perempuan yang ideal di matanya. “Setiap orang punya pandangan dan penilaian tersendiri soal perempuan ideal. Bagi saya ideal itu seperti ibu saya,” ujarnya.

    Sang ibu, menurut Happy, adalah sosok perempuan hebat yang masih bisa bekerja, tetapi juga tidak lupa perannya sebagai ibu dan istri di rumah. “Dia bisa melakukan segala macam. Sampai saya suka mikir ibu saya itu suka tidur enggak, sih?” kata Happy sambil tertawa ringan.

    Happy banyak terinspirasi dari sosok ibunya sendiri. Setidaknya apa yang dilakukan sang ibu menjadi cerminan dirinya untuk dapat berperan sebagai seorang perempuan ideal. “Saya selalu berpikir, apakah saat saya nanti ada di posisinya (sebagai ibu dan istri) apakah saya mampu seperti dia?” ucapnya lagi.

    AISHA


    Terpopuler
    Joko Anwar Dukung Jokowi Nyapres

    Kantongi 23 Ribu Suara, Arzeti Sujud Syukur

    Nazar Syahrini Setelah Menang SCTV Music Awards


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.