Selena Gomez Dukung Bocah Pakistan Korban Taliban  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selena Gomez. REUTERS/Danny Moloshok

    Selena Gomez. REUTERS/Danny Moloshok

    TEMPO.CO, Jakarta - Selena Gomez menyatakan dukungannya terhadap Malala melalui aksi kampanye. Mantan kekasih Justin Bieber tersebut trenyuh pada kenyataan bahwa anak perempuan di Pakistan takut bersekolah. (Baca: Selena Gomez Sedih, Bieber Menyakiti Hatinya)

    Dilansir International Business Times, Senin, 14 April 2014, Selena Gomez melakukan kampanye tersebut bersama sederet selebriti lainnya. Di antaranya Orlando Bloom, Clive Owen, Seth Rogan, Edward Norton, Jennifer Hudson, dan Joe Jonas.

    Selena Gomez tergugah dengan perjuangan Malala untuk mengenyam pendidikan. Pelantun Come and Get It itu pun paham pada kenyataan yang terjadi di Pakistan.

    Anak perempuan di Pakistan takut bersekolah karena ancaman Taliban. Beruntung, Malala bisa selamat setelah kepalanya ditembak saat berusia 14 tahun sepulang dari sekolah. (Baca: Jadi Bintang, Selena Gomez Mengaku Tertekan)

    Bagi Gomez, perjuangan Malala menyuarakan aspirasi agar perempuan berkesempatan memperoleh pendidikan layak itu patut didukung. Dalam aksinya, Selena Gomez membacakan kisah Malala dan perjuangannya. Aksi ini lalu direkam dalam video dan diberi judul Malala's Story #WeAreSilent.

    We Are Silent merupakan kampanye yang diperingati pada 17 April. Pada hari perayaan We Are Silent, anak-anak akan melakukan aksi diam selama 24 jam. Ini untuk meningkatkan kesadaran jutaan perempuan di seluruh dunia yang menghadapi kemiskinan, eksploitasi, dan pengingkaran hak mendapatkan pendidikan.

    RINA ATMASARI | IBTIMES

    Berita Terpopuler
    4 Fakta Menarik dari Sekuel Captain America
    Perampokan, Farah Quinn Curigai Orang Dalam 
    Arumi Bachsin dan Emil Dikaruniai Bayi Perempuan 
    Kecurian, Farah Quinn Tingkatkan Pengamanan Rumah  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.