Kecewa, Indro Warkop Memilih Golput  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indro Warkop saat menghadiri pemakaman Almarhum Him Damsyik di TPU Karet Bivak, Jakarta, Jum'at (3/2). TEMPO/ Agung Pambudhy

    Indro Warkop saat menghadiri pemakaman Almarhum Him Damsyik di TPU Karet Bivak, Jakarta, Jum'at (3/2). TEMPO/ Agung Pambudhy

    TEMPO.CO, Jakarta - Di tengah hingar-bingar pemilu 2014 dan semangat untuk menggunakan hak pilihnya, Indro Warkop menyatakan bahwa dirinya konsisten untuk golput. Rupanya Indro kecewa pada kelakuan wakil rakyat mulai dari mangkir di rapat-rapat dewan hingga melakukan tindak pidana korupsi.

    "Aku konsisten golput. Nggak kenapa-kenapa itu hak. Orang salah bilang kalau itu nggak boleh," kata Indro saat ditemui Tempo di kawasan Epicentrum, Senayan, Senin 7 April 2014.

    Alasan lainnya, kata Indro, sering wakil rakyat yang seharusnya rapat malah tidur di ruang sidang rapat tersebut, bahkan ada juga yang asyik menonton video porno daripada mengikuti kegiatan agenda rapat.

    Indro menganalogikan, misalnya ada 12 makanan yang disajikan dan semuanya nggak ada yang beres. "Apa yang anda pilih? Mau tetep makan lalu mati? Analoginya begitu, " kata Indro.

    Menurut dia, golput itu jangan dipikir tidak memberikan suara. Sebab dia juga datang ke TPS. "Tapi di bilik suara saya coblos semua," ujarnya.

    Indro mengaku tidak pernah mencoba memengaruhi siapa pun termasuk keluarganya untuk mengambil sikap yang sama seperti dirinya. Keputusan golput itu sudah dia lakukan sejak pemilu 1999. "Saya kalau nggak ditanya kayak gini juga nggak akan bilang sebenernya," ujarnya.

    AISHA

    Berita Terpopuler
    Ada Jokowi, Media Asing: Pemimpin Tua Beristirahat 
    4 Maklumat Jokowi Jelang Hari Pencoblosan 
    Ical: Tak Ada Ganti Rugi di Lapindo 
    Sepekan lagi, SBY Nikmati Pesawat Baru  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.