Tur di Daerah, Band GIGI Rajin Berburu Kuliner  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personil grup band GIGI menjawab pertanyaan awak media saat menggelar jumpa pers peluncuran album baru mereka di Umaniara, Jakarta Selatan, (22/3). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Personil grup band GIGI menjawab pertanyaan awak media saat menggelar jumpa pers peluncuran album baru mereka di Umaniara, Jakarta Selatan, (22/3). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Berburu kuliner di berbagai tempat kini menjadi jadwal melekat ketika grup band GIGI manggung di berbagai kota. Kebetulan keempat personel band ini: Armand, Budjana, Thomas dan Hendy punya kegemaran yang sama, yakni mencari tempat makan enak. "Selama 20 tahun, kebiasaan itu tetap dipertahankan," kata Armand kepada Tempo, Rabu, 24 Maret 2014. 

    Sambil melahap soto kudusnya, Armand bercerita kegiatan tentang band-nya yang selalu berwisata kuliner bila sedang melakukan tur ke berbagai daerah. Bila sedang tur, mereka tak segan meminta panitia menunjukkan tempat makan yang paling enak. Bahkan, Armand mengaku bingung dengan grup band lain yang lebih suka makan di hotel.

    "Waktu manggung bareng band lain, kami pernah mereka ajak wisata kuliner. Eh, mereka malah kebingungan," kata Armand. "Mereka enggak tahu banyak tempat makan enak."

    Armand mengaku tidak semua kuliner khas daerah di tempatnya manggung mereka sukai. Suatu ketika mereka pernah mendatangi restoran yang menyajikan sumsum tulang. Namun, para personel band ini balik badan karena makanan yang disajikan tak sesuai selera mereka.

    Ketika di Papua, musikus ini pernah disajikan makanan khas Papua, papeda alias bubur sagu. "Banyak yang bilang enak, tapi itu kelihatannya kayak lem kertas. Agak aneh aja sih untuk kami," kata Hendy.

    Keempat pria ini pernah pula merasakan pengalaman buruk ketika singgah di satu daerah terpencil. Saat itu, mereka berhenti di sebuah tempat makan sederhana. Hanya dua menu yang tersedia, burung dara dan telur dadar. Namun, ketika hendak membayar, pemilik restoran menyodorkan bon yang membuat mereka geleng-geleng kepala. "Bonnya sampai satu juta lebih, mahalnya minta ampun," kata Armand. 

    Semula Armand mengira satu rombongan yang berjumlah 14 orang dengan menu sederhana seperti itu hanya akan menghabiskan sekitar Rp 400 ribu. "Itu sih kami dipalak. Apalagi telur dadarnya asin banget," ucap Hendy. 

    Tak mau mendapat pengalaman buruk seperti itu lagi, berikutnya, setiap akan melakukan tur, GIGI selalu bertanya kepada presenter kuliner, Bondan Winarno. Mereka meminta rekomendasi atau saran tentang tempat makan mana saja yang patut dikunjungi.

    MITRA TARIGAN



    Berita Lain:
    Agnes Monica Artis Terpopuler di MTV
    Video Musik Coke Bottle, Agnez Mo Tayang Hari Ini
    The Raid Dilarang Tayang di Malaysia


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.