Sepatu Dahlan, Film Masa Kecil Dahlan Iskan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN, Dahlan Iskan berdiri di depan panggung wayang kulit saat menggelar Selamatan Budaya-Nonton Wayang Bareng Dahlan Iskan di halaman Rumah Dahlan, Jalan Bali, Surabaya (18/3). Acara nonton wayang bareng warga yang di gelar di 18 Kota/Kabupaten di Jawa Timur ini sebagai upaya calon presiden Konvensi Partai Demokrat untuk lebih dekat dengan pendukungnya. TEMPO/Fully Syafi

    Menteri BUMN, Dahlan Iskan berdiri di depan panggung wayang kulit saat menggelar Selamatan Budaya-Nonton Wayang Bareng Dahlan Iskan di halaman Rumah Dahlan, Jalan Bali, Surabaya (18/3). Acara nonton wayang bareng warga yang di gelar di 18 Kota/Kabupaten di Jawa Timur ini sebagai upaya calon presiden Konvensi Partai Demokrat untuk lebih dekat dengan pendukungnya. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Perjuangan Dahlan Iskan yang bermimpi memiliki sepatu dengan hidup yang dipenuhi dengan kemiskinan dan perjuangan dikemas secara apik dalam film Sepatu Dahlan.

    Film yang baru akan dirilis pada 10 April 2014 ini disutradarai oleh Benni Setiawan dan merupakan film yang diadaptasi dari novel mega best seller karya Khrisna Pabichara.

    "Film ini sangat menginspirasi. Saya berharap anak-anak Indonesia dapat menonton film ini karena baik untuk keluarga Indonesia," ujar Benni Setiawan, sutradara film Sepatu Dahlan, saat ditemui di gala premiere Sepatu Dahlan di kawasan Epicentrum Kuningan, Jakarta, Selasa, 1 April 2014.

    Benni juga mengungkapkan bahwa saat pembuatan film ini ia hanya bertemu dengan Dahlan Iskan selama 15 menit. "Pertama kali ditawarkan untuk menggarap film ini yang harus saya jalani pertama kali, yaitu bertemu Pak Dahlan. Pak Dahlan pun mengungkapkan bahwa ia membebaskan dan tidak peduli apakah nantinya film itu akan baik atau buruk untuknya."

    Tangisan dan air mata pun mewarnai film berdurasi 90 menit ini. Menjalani hidup dengan penuh keterbatasan menjadi hari-hari Dahlan kecil. Namun, hal ini tentu tak membuatnya terpuruk, justru hal tersebut dijadikannya sebagai penyemangat hidup untuk lebih baik untuk dapat membanggakan sekelilingnya. (Baca: Asal Mula Dahlan Iskan Bisa Akting).

    "Hidup bagi orang miskin, harus dijalani apa adanya, sebagai orang miskin tetap harus bermartabat tanpa harus memelas pertolongan dari orang lain," itulah prinsip Dahlan yang tergambar dalam film ini. Semasa kecilnya ia pun tak pernah berhenti memimpikan untuk memiliki sepatu dan juga sepeda.

    "Bagi saya, novel dan filmnya sama-sama bagus. Bahkan, tadi saya sempat menangis saat melihat beberapa adegan dalam film ini. Film ini sangat menggambarkan keadaan saya dulu," ucap Dahlan Iskan.

    Film ini diperankan oleh aktor dan aktris berbakat, seperti Aji Santosa, Donny Damara, Kinar Yosih, Teuku Rifnu Wikana, Mucle Katulistiwa, dan beberapa lainnya.

    ANINDYA LEGIA PUTRI

    Berita Terpopuler

    Foto Dude Harlino dan Alyssa Bulan Madu di Turki
    Agnes Monica Didukung Aktor Brian White
    Madonna Senang Gwyneth Paltrow Bercerai
    Kim Kardashian Bongkar Rahasia Pemotretan Vogue


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.