Winky Wiryawan, Pertama Kali Jadi Disc Jockey  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Winky Wiryawan. TEMPO/Adri Irianto

    Winky Wiryawan. TEMPO/Adri Irianto

    TEMPO.CO, Jakarta - DJ Winky, 40 tahun, sudah menjalani profesi DJ selama 20 tahun. Sekarang, dunia DJ bisa dijadikan profesi yang dapat menjamin masa depan seseorang. Perbedaan DJ lama dan baru dilihat dari sistemnya.

    "Dulu, kalau mau beli lagu harus ke Amerika Serikat atau London, Inggris. Ada teman dari sana, cari lagu, lalu rebutan. Sekarang, tinggal download saja. Tiesto mengeluarkan 10 lagu, tinggal pilih, hanya satu dollar-an," kata Winky kepada Tempo, Kamis, 27 Maret 2014.

    Menurut Winky, sekarang orang menikmati musik tanpa peduli DJ-nya siapa, "Semua didasari skill DJ tersebut," katanya. Dulu, dipakai sistem analog, sekarang elektronik dan digital. "Sehingga jiwa atau soulnya menjadi kurang," kata dia.

    Winky mulai main di klub kecil bernama Dejavu di kawasan Thamrin. Membawa kotak kosong, sound system yang dia bawa sendiri bersama temannya Hizkia, berdua main di hadapan segelintir orang. "Waktu itu sistemnya, profit sharing, yang beli bir berbagi keuntungan dengan yang main," katanya.

    Pernah, suatu kali ia tanya berapa untungnya. Ternyata cuma satu kaleng bir yang waktu itu harganya Rp 3.000. Jadinya, dibagi dua Rp 1.500. "Masih nombok uang parkir Rp 5.000 dan uang taksi pulang ke rumah," katanya.

    Winky dan Hizkia main delapan jam setiap malam. "Pengunjungnya terkadang teman-teman sendiri sampai 30 orang," katanya. (Baca: DJ Winky: Kultur dan Senioritas Dalam Dunia DJ) Ia kemudian mendapat kerja di Indika.

    EVIETA FADJAR

    Berita Terpopuler
    The Raid Dilarang Tayang di Malaysia 
    Agnes Monica Kalahkan Miley Cyrus di MTV 
    Nowela Indonesian Idol Tersiksa dengan Penampilannya 
    Gara-gara Indonesian Idol, 4 Finalis Sadar Gaya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.