Robert Downey Jr: Iron Man Mengubah Hidup Saya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam foto yang dirilis oleh Paramount Pictures ini, Robert Downey Jr. berperan sebagai Tony Stark dalam film terbarunya

    Dalam foto yang dirilis oleh Paramount Pictures ini, Robert Downey Jr. berperan sebagai Tony Stark dalam film terbarunya "Iron Man" (AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama Robert Downey Jr mencuat sejak dia memerankan pahlawan super Iron Man. Pada sekuel ketiga, tokoh Iron Man diceritakan memilih pensiun dengan melepas Arc Reactor di dadanya dan kisahnya seperti berakhir. Namun, Downey ingin terus terlibat dalam film pahlawan super. Ia bahkan rela "memohon" pada tim Avenger agar dirinya bisa terus memerankan Iron Man.

    "Saya meminta kepada mereka. Saya yakin bahwa Iron Man akan mengubah hidup saya," katanya pada Variety, Selasa, 25 Maret  2014.

    Aktor yang juga memerankan tokoh Sherlock Holmes ini mengakui bahwa usia 48 sudah termasuk tua untuk memerankan tokoh pahlawan super itu. Ia sadar cepat atau lambat Marvel akan mencari gantinya yang lebih muda.

    Meskipun belum jelas kapan Downey akan digantikan, bagi dia menjadi salah satu yang terlibat dalam film sukses seperti Avenger dan Iron Man adalah suatu hal yang sangat membanggakan.

    Downey akan kembali bergabung sebagai Tony Stark dengan Captain America, Hulk, Black Widow, Thor, dan agen S.H.I.E.L.D lainnya dalam sekuel kedua Avenger: Age of Ultron. Sejauh ini, film arahan Joss Whedon itu masih dalam proses dan diperkirakan dirilis pada Mei 2015 mendatang.  

    RINDU P HESTYA | VARIETY | DIGITAL SPY

    Berita Lain:
    Jupe Batalkan Pernikahan dengan Gaston
    Ban Tua dan Kecepatan Penyebab Celaka Paul Walker
    Melanie Subono Akan Dampingi Keluarga Satinah
    Denny Sumargo: Nonton Film, Lihat Posternya Dulu
    Rangkaian Pentas Seni dalam Ultah Putu Wijaya


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.