Siapa Pasangan Jokowi? Bimbim Slank: Mahfud MD

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bimbim salah satu personil Group band Slank saat melakukan jumpa pers di Mahkamah Konsitusi, Jakarta, (1/22). Group band slank berkonsultasi terhadap MK perihal izin keramaian yang sering berujung pelarangan konser Slank diberbagai daerah. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Bimbim salah satu personil Group band Slank saat melakukan jumpa pers di Mahkamah Konsitusi, Jakarta, (1/22). Group band slank berkonsultasi terhadap MK perihal izin keramaian yang sering berujung pelarangan konser Slank diberbagai daerah. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO , Jakarta:Pemilu tinggal menghitung minggu. Sejumlah tokoh yang nyapres mulai bermunculan. Yang paling populer, dan semua orang sudah tahu adalah Joko Widodo, sang Gubernur DKI Jakarta. Muncul pertanyaan, siapa sosok yang pas mendampingi Jokowi?

    Penggebuk drum band Slank, Bimbim mengatakan pasangan ideal yang pas buat Jokowi adalah sosok tegas. Ia menilai Jokowi sebagai tokoh yang lembut sehingga akan bisa diimbangi dengan ketegasan. "Jokowi Ahok menurut gue ideal, saling mengisi satu sama lain," kata Bimbim saat dihubungi Tempo, Jumat 21 Maret 2014.


    Menurutnya sosok yang mirip dengan Ahok adalah Muhammad Mahfud MD. Alasan Bimbim, Mahfud adalah tokoh yang tegas, sederhana dan punya sejarah bagus di Mahkamah Konstitusi (MK). "Bisa diandalkan, ia berani bersuara lantang," ujarnya.


    Yang paling menonjol, kata Bimbim, dari Mahfud yaitu pemahamannya tentang hukum. Jika Jokowi berkepribadian lembut, tentunya menurut dia akan diimbangi dengan Mahfud yang tegas. "Jokowi yang melakukan negoisasi, Mahfud yang melakukan pendobrakan," kata Bimbim.


    RINA ATMASARI


    Baca juga:
    Bimbim dan Kaka Slank Temui Ahok
    Ketika Bimbim Slank Temui Ahok Idolanya
    Jokowi Tanam Pohon, Ahok Bertemu Slank
    Kaka 'Slank' Biasakan Anak Nikmati Pertunjukan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.