Vivian Idris Garap Buku dan Film Bung Karno

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Sukarno. Britanica photo library

    Presiden Sukarno. Britanica photo library

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Sutradara film Vivian Idris segera meluncurkan buku naskah untuk film berjudul Son the Dawn: Bung pada pertengahan Mei 2014 di Jakarta. Vivian membocorkan sedikit isi buku itu dalam Festival Film Like the Unlike di Dusun Jogja Village Inn, Yogyakarta, Senin malam, 17 Maret 2014.

    Buku ini mengulas perjalanan hidup presiden pertama Indonesia sejak kelahirannya pada 1901 hingga proklamasi kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Film segera dibuat Vivian seusai diluncurkannya buku ini.

    Ia mengatakan biasanya naskah dibukukan setelah film ditayangkan di bioskop. Kali ini, Vivian membalik kebiasaan itu dengan menerbitkan lebih dahulu buku naskah filmnya, baru kemudian difilmkan. “Ini adalah peluncuran pertama buku di hadapan publik. Ini semacam teaser,” kata Vivian.

    Ia menyatakan buku ini merupakan hasil riset oleh tim dia selama 14 tahun. Selain mengandalkan buku sejarah tentang Sukarno dan dokumen, tim riset Vivian juga mengunjungi sejumlah tempat yang menjadi titik perjalanan hidup Bung Karno. Sejumlah titik itu antara lain Blitar, Surabaya, Ende, dan Bengkulu.

    Tim riset bertemu dengan lebih dari 100 orang untuk menggali perihal detail tentang Sukarno. “Banyak hal yang kami gali ketika bertemu orang yang pernah dekat dengan Bung Karno,” kata dia.

    Vivian menyatakan buku itu tidak bertujuan mengkultuskan Sukarno. Namun, lebih kepada menggali ide besar Sukarno yang mempersatukan Nusantara. Tentu buku itu juga bicara ihwal kemanusiaan Bung Karno. Vivian risau ketika anak-anak muda sekarang tidak banyak mengenal Bung Karno. Mereka justru lebih tahu tokoh besar dunia. Ia menyebut di antaranya Franklin D. Roosevelt.

    SHINTA MAHARANI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.