Lagu Munajat Cinta Jadi Anthem PKB  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PKB lamar Ahmad Dhani jadi Jurkam. TEMPO/Aisha Shaidra

    PKB lamar Ahmad Dhani jadi Jurkam. TEMPO/Aisha Shaidra

    TEMPO.CO, Jakarta - Apa pun dilakukan demi mengalahkan partai lain dan menarik perhatian publik. Termasuk mengubah lagu populer Munajat Cinta, yang dipersembahkan oleh Ahmad Dhani--sebagai penciptanya--untuk diubah liriknya dan dijadikan anthem Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

    "Kita akan membuat anthem (lagu kebangsaan) dari lagu Munajat Cinta untuk kampanye PKB 2014," kata Ahmad Dhani di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin, 17 Maret 2014. (Baca: Ditanya Soal Al Jadi Jurkam, Ahmad Dhani Ngeles)

    Partai berbasis Islam ini akan memakai lagu Munajat Cinta menjadi anthem PKB selama Pemilu 2014. Menurut Dhani, calon legislator dan calon presiden dari partai lain tidak boleh memakai lagu itu.

    Sebenarnya, Dhani pernah memakai lagu ini ketika terlibat dalam kampanye pemilihan calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah, tahun lalu. Lagu ini dinyanyikan Dhani dihadapan pendukung Khofifah di Gedung Muslimat Nahdatul Ulama (NU), Jombang, seperti ini:

    Tuhan kirimkanlah aku,
    Pemimpin yang baik hati,
    Yang mencintai rakyat,
    Bu Khofifah

    Bisa jadi lirik anthem PKB serupa dengan lirik tadi. Yang pasti, Dhani sendiri sudah resmi menjadi juru kampanye PKB setelah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar resmi melamar dirinya. Beberapa artis dari Republik Cinta Manajemen (RCM) juga akan didapuk menjadi juru kampanye PKB. "Kita harap Dhani bisa ikut keliling kampanye dan mendorong para pecinta musik untuk memajukan PKB," kata Cak Imin--sapaan Muhaimin--saat ditemui di kediaman Ahmad Dhani.

    AISHA

    Berita terpopuler lainnya:
    KPI: 10 Partai Langgar Aturan Kampanye di Televisi
    Kak Seto: Jangan Pilih Partai yang Libatkan Anak
    MataMassa: Demokrat Terbanyak Langgar Kampaye


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.