Joy Tobing, Pengalaman Berurusan dengan Imigrasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joy Tobing. TEMPO/ Agung Pambudhy

    Joy Tobing. TEMPO/ Agung Pambudhy

    TEMPO.CO, Jakarta - Berita ikutnya penumpang dengan paspor curian dalam pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 yang hilang disayangkan penyanyi Joy Tobing, 34 tahun. Menurut dia, seharusnya identifikasi oleh petugas di bandara bisa lebih ketat lagi.

    "Petugas bandara itu harusnya lebih teliti," katanya ketika dihubungi Tempo pada Rabu, 12 Maret 2014.

    Penyanyi bernama panjang Joy Destiny Tiurma Tobing ini mencontohkan, salah satu pengalaman ketatnya identifikasi petugas saat foto paspornya kurang mirip dengan dirinya. "Waktu itu, model rambutku agak beda saja nyisirnya. Tapi mereka kurang percaya," kata Joy menceritakan pengalamannya saat pergi ke Singapura dan Amerika Serikat. (Baca juga: Cerai, Joy Tobing Emoh Urus Harta Gono-gini)

    Ia mengatakan, saking ketatnya pengamanan petugas bandara itu, ia pun diperiksa lebih dalam karena perbedaan fotonya itu. "Aku langsung dibedain antreannya," katanya. Ia pun disuruh membuka jaket yang kacamata yang dikenakannya untuk memastikan kembali dan membuat percaya bahwa dirinya lah yang berada di foto itu.

    Ibu dari Joshua Miracle Hati Goran Bonagabe Sinambela ini sempat kesal karena sempat dicurigai oleh petugas bandara. Namun, ia justru salut atas pengamanan bandara yang ketat seperti pengalamannya. "Daripada nanti ada penjahat lolos? Kan, jadi lebih parah," ucapnya. Ia pun menyarankan agar para petugas bandara di Indonesia juga bisa meningkatkan ketelitian dalam hal bekerja.

    MITRA TARIGAN

    Berita Terpopuler
    45 Tahun Bersatu, Doraemon Berpisah dengan Nobita
    Barack Obama, Penonton Pertama Game of Thrones
    Panitia Konser Avril Lavigne Buat Banyak Aturan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.