Jojon Justru Jarang Melucu di tengah Keluarganya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga membaca doa dan Yasin saat menyelawat jenazah pelawak Jojon di kediamannya di Jln. Puri Pangeran No. 3 Imperial Golf Estate, Sentul City, Bogor, (6/3). Tempo/Sidik Permana

    Keluarga membaca doa dan Yasin saat menyelawat jenazah pelawak Jojon di kediamannya di Jln. Puri Pangeran No. 3 Imperial Golf Estate, Sentul City, Bogor, (6/3). Tempo/Sidik Permana

    TEMPO.CO , Bogor - Pelawak Jojon ternyata adalah figur yang serius di mata keluarga. Menurut pengakuan Kiki Hermawan, anak bungsunya,  Jojon tidak pernah bercanda, tidak seperti dalam saat melawak. "Bapak sangat serius jika di rumah, tapi kalau sudah kumpul keluarga semua, baru dia lucu, dan itu yang membuat kangen," kata Kiki saat ditemui di rumah duka di Jalan Puri Pangeran Nomor 3, Imperial Golf Estate, Perumahan Sentul City, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Kamis, 6 Maret 2014.

    Sang ayah sempat memberikan nasihat kepada Kiki sebelum mengembuskan napas terakhir. "Beliau berpesan ingin melihat saya dan anak yang lainnya berhasil," kata Kiki, (Baca juga: Sebelum Jojon, Ini Pesohor Meninggal Akibat Jantung)

    Kiki mengatakan, keluarga awalnya hanya mengetahui jika penyakit yang diderita pelawak yang mempunyai ciri khas kumis tipis dan celana tinggi itu hanyalah asma. "Penyakit jantung yang diderita baru saja terdeteksi," ujarnya.

    Kiki mengatakan ayahnya sempat berkata kalau dirinya sudah senja, bahkan mau Magrib. "Di bulan-bulan ini Bapak sempat bilang usianya sudah senja dan mau Magrib, tapi saya tidak terlalu menggubrisnya," ujarnya.

    Jojon, yang memiliki nama asli Djuhri Masdjan, lahir di Jakarta, 6 Juni 1947. Ia meninggal pada 6 Maret 2014 dalam usia 66 tahun, di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur, karena penyakit jantung. (Baca juga: Bapak Terkenal, Anak Jojon Sering Diolok Teman)

    M SIDIK PERMANA



    Berita Lainnya:



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.